Tim Polres Bireuen Jemput Korban Penghadangan Mobil Box Dengan Senjata Api

"Karena kejadian itu berada di wilayah hukum Polres Bireuen, maka korban dijemput okeh tim dari Polres Bireuen,"

Tim Polres Bireuen Jemput Korban Penghadangan Mobil Box Dengan Senjata Api
kompas.com
ilustrasi 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Tiga korban perampokan oleh pelaku yang menggunakan senjata api di jalan nasional, Desa Gampong Mulia (Bugeng) Peudada, Bireuen Selasa (12/02/2019) siang, yang sempat diamankan di Polres Langsa telah dijemput Polres Bireuen.

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK, kepada Serambinews.com, Rabu (13/2) ketiga korban sudah dijemput tim dari Polres Bireuen tadi pukul 04.00 WIB.

Menurut keterangan mereka (korban), ketiga korban tersebut diturunkan oleh pelaku di wilayah Kecamatan Langsa Timur, pada Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Baca: Kini Pengguna WhatsApp Bakal Bisa Tolak atau Terima Masuk Grup, Ini Tiga Opsinya

Kemudian sekitar pukul 00.00 WIB, ketiganya melapor ke Polres Langsa.

Selanjutnya pihak Polres Langsa berkoordinasi dengan Polres Bireuen.

"Karena kejadian itu berada di wilayah hukum Polres Bireuen, maka korban dijemput okeh tim dari Polres Bireuen," ujarnya.

Baca: Presiden Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Mahal, Rizal Ramli: Gampang Kaget Deh

Sebelumnya diberitakan, satu unit mobil box jenis Colt Diesel roda enam dari arah Medan tujuan Banda Aceh dihadang di ruas jalan nasional kawasan Desa Gampong Mulia (Bugeng) Peudada, Bireuen sekitar pukul 12.45 WIB, Selasa (12/02/2019).

Pelaku penghadangan diduga sejumlah orang yang menggunakan kendaraan minibus Avanza.

Informasi diperoleh Serambinews.com, mobil box tersebut bagian depan warna orange dan box warna putih di dalamnya satu orang sopir dan dua orang kernet.

Baca: Pelatih PSMS Sebut Satu Kiper Persiraja Banda Aceh Segera Ikut Seleksi di Medan

Setiba di kawasan itu, tiba-tiba datang mobil Avanza dan menyalipnya langsung menghadang mobil tersebut.

Kendaraan truk yang sedang melaju langsung berhenti, sejumlah orang dari mobil Avanza turun.

Kemudian meminta sopir dan kernet untuk segera turun dengan cara menodongkan senjata sejenis pistol.

Namun belum diketahui apakah senjata tersebut asli atau mainan. (*)

Penulis: Zubir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved