Cakrawala

Aparatur Negara Perlu Miliki Integritas, Terkait Maraknya Politik Uang

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali.

Aparatur Negara Perlu Miliki Integritas, Terkait Maraknya Politik Uang
Tribun Kaltim
Ilustrasi 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Maraknya politik uang (money politics) menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 tidak dapat diminimalisir, apabila aparatur negara tidak memiliki komitmen dan integritas untuk memperbaiki sistem demokrasi di negeri ini.

Maka apabila ingin memperbaikinya, cari aparatur negara yang memiliki komitmen dan integritas baik.

"Dalam partai politik, dalam meraih jabatan di Kampus, dan dimana pun, calo-calo politik datang menawarkan jasa. Kita heran yang datang itu pejabat-pejabat yang kita harapkan dapat menjadi teladan. Jadi langsung dikatakan zaman sekarang, kalau enggak ada uang tidak bisa," kata Psikolog, Jasmadi saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (14/2/2019), membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul 'Politik Uang; Terkata Ada, Terbukti Belum'.

Baca: Politik Uang; Terkata Ada, Terbukti Belum

Baca: Politik Uang Marak

Baca: Politik Uang di Tahun Politik

Baca: Menurut Peneliti Perludem, Beginilah Cara Paling Efektif Berantas Politik Uang

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali yang dipandu host, Dosi Elfian.

Ia menambahkan apabila politik uang ini terus terjadi, maka integritas masyarakat dan bangsa ini mudah sekali dibeli, karena tidak mempunyai komitmen yang baik.

"Kalau mudah dibeli itu kan mental-mental matrealistis, tidak lagi punya harga diri bangsa ini. Intinya kita mudah diarahkan, dikendalikan oleh orang-orang yang punya duit," tandasnya.

Dikatakan, para ulama dan orang-orang terdahulu tidak mau apabila disogok sehingga kita bisa merasakan kenyamanan dan kemerdekaan bangsa ini sampai hari ini.

"Itu berkat komit orang tua kita dulu yang baik integritasnya. Kalau sekiranya bangsa ini mudah dibeli, dan aparatur negara pimpinan kita mau jual negara ini ke orang asing, maka nanti kita enggak punya negara lagi," tutupnya. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved