Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar Lebih

SOPIR yang didampingi dua salesman rokok Sampoerna Kantor Lhokseumawe mengatakan, akibat penghadangan mobil boks

Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar Lebih
GUGUN HARDI GUNAWAN,Kapolres Bireuen

SOPIR yang didampingi dua salesman rokok Sampoerna Kantor Lhokseumawe mengatakan, akibat penghadangan mobil boks itu, mobil mereka beserta semua isinya dibawa lari sehingga mengalami kerugian sekitar Rp 2 miliar lebih.

“Kalau barang dalam mobil berupa rokok sebanyak 300 kotak besar harganya sekitar Rp 2 miliar. Belum lagi uang dan hp kami juga mereka rampas,” ujar Armiadi didampingi Hari Syahrian (37), sales utama dan Teuku Ilhami (21) juga sales yang sudah bekerja dua tahun di perusahaan tersebut.

Rokok yang mereka bawa dari Lhokseumawe ke pedagang di Bireuen, Peudada, Plimbang hingga Samalanga itu sebagai distribusi rutin yang mereka lakukan. “Kemarin waktu berangkat seperti biasa, uang operasional sama Abang (Heri Syahrian), sedangkan saya sebagai sopir dan sudah biasa,” ujarnya.

Dalam penyelidikan
Pelaku penghadangan mobil boks itu kini dalam penyelidikan dan kasus tersebut menjadi atensi utama jajaran Polres Bireuen dan juga melakukan koordinasi dengan beberapa polres lainnya.

Hal itu disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi yang didampingi Wakapolres Bireuen, Kompol Jatmiko SH, Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH dan sejumlah pejabat lainnya kepada Serambi, Rabu (13/2).

Disebutkan, mereka menerima laporan adanya kejadian penghadangan di kawasan Peudada, sejumlah personel turun ke kawasan itu mendapatkan keterangan, sejumlah polsek juga disiagakan dan mengembangkan informasi tersebut. “Awalnya berupa informasi singkat, kemudian dikembangkan dan mendapat laporan dari berbagai pihak, akhirnya diketahui korban diturunkan di kawasan perkebunan sawit di Langsa,” urainya.

Mendapat keterangan itu, tim Polres Bireuen langsung bergerak ke Langsa dan membawa pulang korban untuk membuat laporan resmi ke Polres Bireuen. “Sekitar pukul 10 00 WIB lebih baru tiba di Bireuen dan langsung membuat laporan di SPKT,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama SH menambahkan, keterangan sementara pelaku berjumlah tujuh orang menggunakan Avanza warna putih, namun belum diketahui nomor pelat polisinya.

Drama perampokan mobil dengan modus penghadangan pakai senjata laras pendek itu berlangsung sangat singkat sehingga korban maupun warga setempat tak sempat melihat nomor polisi kendaraan maupun ciri-ciri pelaku.

Disebutkan, saat ini tim Polres Bireuen sedang mendalami informasi dari para korban dan sebagian bergerak mencari jejak pelaku, berkoordinasi dengan Polres Langsa dan Polres Aceh Timur, karena keterangan korban kendaraan serta isinya dilarikan di kawasan Langsa.

Kapolres Bireuen mengharapkan masyarakat atau siapa saja yang mengetahui aksi kejadian tersebut serta ciri-ciri pelaku dapat menyampaikan ke aparat penegak hukum untuk memudahkan pengejaran pelaku. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved