Serambi Gelar Syukuran HUT Ke-30

Harian Serambi Indonesia sebagai media terkemuka dan terpercaya di Aceh yang diresmikan sejak 9 Februari 1989

Serambi Gelar Syukuran HUT Ke-30
SERAMBI/BUDI FATRIA
PEMIMPIN Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar menyampaikan kata sambutan pada acara syukuran 30 Tahun Serambi Indonesia yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad Saw, di kantor harian tersebut, Jalan Raya Lambaro Km 4,5, Gampong Meunasah Manyang Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (13/2). 

BANDA ACEH - Harian Serambi Indonesia sebagai media terkemuka dan terpercaya di Aceh yang diresmikan sejak 9 Februari 1989 silam kini genap berusia 30 tahun. Momen itu diperingati secara sederhana lewat syukuran yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor harian tersebut, Jalan Raya Lambaro Km 4,5, Gampong Meunasah Manyang PA, Aceh Besar, Rabu (13/2).

Acara syukuran yang dipandu MC Dosi Elfian itu dihadiri Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar. Bertempat di Aula kantor tersebut, hadir pula Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, Redaktur Pelaksana, Yarmen Dinamika, Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, serta seluruh karyawan Aceh Media Grafika. Sementara Ustaz Husni Suardi menjadi penceramah pada perayaan Maulid Nabi kali ini.

H Sjamsul Kahar dalam sambutannya mengatakan, 30 tahun bukan lah waktu yang singkat dalam perjalanan Serambi yang penuh dinamika. Dalam 3 dekade tersebut, Serambi Indonesia sudah melalui masa-masa sulit. “Dalam perjalanan ini kita berharap-harap cemas, bagaimana nasib perusahaan ini ke depan. Apakah akan tetap bisa menghidupi seluruh karyawannya,” ujar Sjamsul.

Dia menyebutkan, pada sepuluh tahun pertama, Serambi menghadapi masa paling sulit yang ia gambarkan ‘megap-megap’ akibat kehabisan napas. Selanjutnya pada dasawarsa kedua, Serambi kembali diuji dengan krisis moneter dan tsunami yang menguras air mata. Namun para karyawan yang paham atas kesulitan saat itu, sambung Sjamsul, rela menerima setengah gaji agar perusahaan tetap hidup.

“Alhamdulillah, berkat bantuan Allah lewat doa kita semua, kita bisa melalui masa-masa sulit itu. Dari hari ke hari kita terus bertumbuh dalam rasa syukur. Makanya selalu saya ingatkan, kita jangan pernah takabur,” ujar tokoh pers Aceh itu. Sjamsul juga berpesan agar setiap karyawan terus bersyukur seraya mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan.

Sementara Ustaz Husni Suardi dalam ceramahnya menyampaikan, Rasulullah SAW merupakan suri teladan manusia karena di dalam dirinya terdapat contoh terbaik dalam hal peribadatan hingga gaya hidup. Bahkan dari kelemahannya pun yang tidak bisa baca tulis, Muhammad menunjukkan bukti kepada orang kafir bahwa Alquran merupakan kalamullah.

“Saat orang kafir menuduh bahwa Alquran itu buatan Nabi Muhammad, dengan sendirinya tuduhan itu terbantahkan. Karena tidak mungkin orang buta huruf bisa menciptakan syair yang begitu indah seperti Alquran,” ujar Husni, seraya mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Rasulullah sebagai idola dalam kehidupan.

Menurut Husni, ada tiga kekuatan Rasulullah yang juga bisa dimiliki setiap muslim yaitu kekuatan fisik, mental, dan kekuatan akal. Kekuatan fisik Rasulullah tercermin dari riwayat kesehatannya yang tidak pernah sakit karena Nabi menjaga makanannya. “Rasul makan satu ekor kambing sendiri tapi nggak pernah hipertensi, kolesterol, atau penyakit jantung. Wartawan kita makan nangka saja hipertensi, karena waktu makan capek cari daging nggak ketemu makanya hipertensi,” canda sang Ustaz, membuat tawa hadirin meledak.

Selain itu, lanjut Husni, shalat yang dicontohkan Rasulullah juga mengandung latihan fisik yang dapat mencegah berbagai penyakit. Gerakan shalat seperti takbir, ruku, dan sujud sangat bermanfaat bagi kesehatan. “Kalau shalat bagus, maka sehatlah kita. Kalau sujudnya benar, maka suplai darah ke otak akan maksimal,” demikian Husni.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved