Tersangka Kasus Suntik ‘Bebas’

Polres Aceh Barat pada Rabu (13/2), memberikan penangguhan penahanan terhadap dua tersangka kasus pasien Alfa Reza

Tersangka Kasus Suntik ‘Bebas’
SERAMBI/RIZWAN
DUA honorer RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat 

* Polisi Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan

MEULABOH - Polres Aceh Barat pada Rabu (13/2), memberikan penangguhan penahanan terhadap dua tersangka kasus pasien Alfa Reza (11), yang meninggal dunia usai disuntik. Dua tersangka dalam kasus suntik itu yakni Erwanty AMdKeb (29) dan Desri Amelia AMdKep (24), merupakan tenaga medis honorer dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh.

Pengacara kedua honorer dari RSUD, Agus Herliza SH kepada Serambi, Rabu kemarin, menjelaskan, keduanya telah diberikan penangguhan penahanan oleh pihak kepolisian. “Hari ini (kemarin-red) sudah keluar. Kami tetap proaktif dalam mengikuti proses hukum tersebut,” kata Agus.

Dijelaskan Agus, pihaknya menyambut baik keputusan polisi, terlebih kedua orangtua dari honorer itu sehingga mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. “Alhamdulillah, kami menyambut baik terhadap pemberian penangguhan oleh pihak Polres,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Polres Aceh Barat pada 17 Januari 2019 lalu, resmi menahan dua tenaga honorer yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh dalam kasus meninggalnya pasien Alfa Reza (11) seusai disuntik. Kedua honorer yang merupakan perawat piket pada malam peristiwa itu, yakni Erwanty (29) dan Desri Amelia (24), ditahan setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 84 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan juncto Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kasus itu bermula saat pasien bedah bernama Alfa Reza (11), bocah asal Desa Pante Ceureumen, Aceh Barat meninggal pada 20 Oktober 2018 sekitar pukul 00.30 WIB, setelah beberapa kali disuntik petugas medis di RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh. Selain Alfa Reza, kasus yang sama juga menimpa Ajrul Amilin (15). Bocah asal Pasie Teubee, Aceh Jaya itu juga mengembuskan napas terakhir setelah disuntik oleh tenaga medis di RSUD Cut Nyak Dhien. Namun, pihak keluarga langsung membawa pulang jenazah Ajrul ke rumah duka setelah sebelumnya ia dirawat pascaoperasi usus buntu di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu M Isral SIK membenarkan bahwa kedua tersangka sudah diberikan penangguhan penahanan. “Keduanya dijamin oleh keluarga masing-masing,” jelasnya.

Kasat Reskrim mengungkapkan, selama dalam penangguhan penahanan sudah disampaikan sejumlah hal kepada kedua tersangka, di antaranya tidak boleh pergi keluar kota, tidak merusak alat bukti, serta sejumlah poin lainnya. Pada kasus ini, terang Kasat Reskrim, berkas perkara tahap pertama sudah dilimpahkan ke Kejari Aceh Barat untuk diteliti oleh jaksa.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved