Enam Pelanggar Syariat Islam Disebat, Satu Wanita Ditunda karena Sedang Hamil

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengeksekusi hukuman cambuk terhadap enam pelanggar Syariat Islam.

Enam Pelanggar Syariat Islam Disebat, Satu Wanita Ditunda karena Sedang Hamil
SERAMBINEWS.COM/M NAZAR
Terpidana menjalani eksekusi cambuk di halaman Masjid Agung Al-Falah Sigli, Pidie, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengeksekusi hukuman cambuk terhadap enam pelanggar Syariat Islam.

Proses eksekusi sebat itu dilaksanakan di halaman Masjid Agung Al-Falah Sigli, Jumat (15/2/2019) setelah menunaikan Shalat Jumat.

Dari enam terpidana, satu orang bernama Ayu (26) warga Kecamatan Kota Sigli, ditunda eksekusi cambuk 14 kali karena yang bersangkutan sedang hamil.

Eksekusi cambuk yang dijatuhi Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah Sigli terhadap terpidana masing-masing 16 kali.

Tapi, terpidana disebat hanya 14 kali karena telah dikurangi dengan masa tahanan 53 hari.

Proses eksekusi cambuk itu disaksikan seribuan warga yang berdiri di dekat masjid dan di teras masjid kabupaten tersebut. Terpidana secara bergantian disebat dua algojo.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pidie, Muhammad ABD SH kepada Serambinews.com, Jumat (15/2/2019) menjelaskan, enam terpidana yang menjalani cambuk.

Baca: HMI Kutacane: Segera Cambuk Oknum Anggota DPRK Agara yang Terlibat Sabung Ayam

Baca: Berita Populer: Indahnya Masjid KL, Wanita Muda Setubuhi Bocah, hingga Perempuan Dicambuk 100 Kali

Baca: VIDEO - Bermesraan di Masjid Raya, Pasangan Mahasiswa Dicambuk

Baca: Warga Singkil Lebih Suka Tonton Perempuan Dicambuk

Adalah Fir (18) warga Teungoh Baroh, Kecamatan Pidie. Lalu, Mis (18) warga Lameu, Kecamatan Sakti. Muh (18) warga Gajah Aye, Kecamatan Pidie dan Ayu (26) warga Blok Sawah, Kecamatan Kota Sigli.

Berikutnya, Fikri (22) warga Cot Trieng, Bireuen dan Ira (21) warga Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli.

Keenam terpidana, sebutnya, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana ikhtilat.

Terpidana divonis Majelis Hakim Mahkamah Syar'iyah Sigli masing-masing 16 kali sebaran rotan.

Tapi, pelaksanaan sebat 14 kali karena dikurangi masa tahanan 53 hari.

"Terpidana Ayu ditunda sebat, sebab terpidana sedang hamil. Eksekusi cambuk akan dilaksanakan kembali setelah Ayu selesai melahirkan," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved