Polres Bireuen Peroleh Ciri-ciri Perampok Mobil Boks

Penyidik dan tim lapangan Polres Bireuen sudah mengetahui gambaran atau ciri-ciri pelaku penghadangan mobil boks

Polres Bireuen Peroleh Ciri-ciri Perampok Mobil Boks
IST

BIREUEN - Penyidik dan tim lapangan Polres Bireuen sudah mengetahui gambaran atau ciri-ciri pelaku penghadangan mobil boks yang mengangkut rokok di kawasan Gampong Mulia (Bugeng), Kecamatan Peudada, Bireuen, dua hari lalu. Ciri-ciri itu diperoleh berdasarkan keterangan saksi korban yang diperiksa tim penyidik Polres setempat, Rabu (13/2). Namun, polisi masih memerlukan pengembangan lanjutan dan keterangan dari saksi untuk memastikan siapa pelaku perampokan menggunakan senjata api (senpi) tersebut.

Ketiga korban itu adalah Armiadi (35), warga Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe selaku sopir mobil boks jenis Mitsubishi Fuso BL 8243 GA, serta dua salesman rokok Sampoerna yaitu Hari Syahrian (37), warga Jalan Malikussaleh, Kampung Jawa, Lhokseumawe, dan Teuku Ilhami (21), warga Desa Tualang, Peureulak, Aceh Timur.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi, melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH, kepada Serambi, Kamis (14/2) mengatakan, saat menjemput korban di Langsa, pihaknya sudah memintai keterangan dari sejumlah warga di lokasi tempat mereka diturunkan oleh pelaku pada malam setelah kejadian. Kemudian, ketiga korban membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bireuen dan dilanjutkan dengan pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP).

Dikatakan, ketiga korban dibuat BAP terpisah. Namun, mereka memberikan keterangan yang hampir sama. Sehingga, sebut Kasat Reskrim, kesan korban berkomplotan atau mengetahui siapa pelakunya tidak terbukti sama sekali. “BAP mereka terpisah dan diperiksa juga terpisah. Ternyata, pengakuan ketiga korban hampir sama dan itu memang penghadangan yang menyebabkan mobil serta isinya dibawa kabur pelaku. Korban juga sempat dipukuli pelaku,” ungkap Iptu Eko Rendi Oktama.

Ditanya berapa jumlah senjata yang dimiliki pelaku, Kasat Reskrim mengatakan, berdasarkan keterangan dari ketiga korban, mereka hanya melihat satu senjata api (senpi) laras pendek yang dibawa pelaku saat menghadang mobil boks dan membawa mereka sampai ke Langsa. Hasil BAP tersebut, tambah Eko Rendi, menjadi pegangan utama bagi pihaknya untuk memburu pelaku penghadangan yang terjadi pada Selasa (12/2) siang tersebut.

Ia berharap masyarakat atau siapa saja yang mengetahui ciri-ciri pelaku dapat menginformasikan ke aparat penegak hukum terdekat. Sebab, hal itu akan menambah pedoman bagi pihaknya dalam memburu pelaku. Sejak Rabu (13/2) malam atau setelah BAP selesai, tim sudah bergerak ke lapangan menelusuri jejak pelaku yang berjumlah tujuh orang.

Usai diperiksa, tambah Kasat Reskrim, ketiga korban dipulangkan ke alamat masing-masing. Sementara tim terus bekerja semaksimal mungkin agar kasus tersebut cepat terungkap. “Kami juga terus berkoordinasi dengan beberapa Polres lain untuk memburu pelaku dan mencari mobil boks yang mereka bawa kabur,” demikian Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Eko Rendi Oktama SH.

Seperti diberitakan kemarin, tujuh pria menumpangi mobil Toyota Avanza putih merampok mobil boks jenis Mitsubishi Fuso BL 8243 GA yang sedang mengangkut rokok Sampoerna dari Lhokseumawe menuju Samalanga, Bireuen, Selasa (12/2) siang. Pelaku yang menggunakan senjata api (senpi) laras pendek itu menghadang mobil boks di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Gampong Mulia (Bugeng), Kecamatan Peudada, Bireuen. Kemudian, korban diturunkan di areal perkebunan sawit kawasan Kota Langsa sekitar pukul 20.30 WIB, sedangkan mobil dan isinya berupa rokok sebanyak 300 kotak dilarikan pelaku.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved