Ucapan Memuaskan

Banyak orang merasa sangat puas hatinya bila telah berhasil menyakiti orang lain dengan ucapan buruknya

Ucapan Memuaskan

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya rahmat Allah SWT amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-A’raf: 56).

Banyak orang merasa sangat puas hatinya bila telah berhasil menyakiti orang lain dengan ucapan buruknya. Padahal sesungguhnya itu termasuk perasaan menyenangi keburukan diri, yang berlawanan dengan ajaran Islam. Yang diajarkan dalam Islam adalah berbuat baik, walaupun terhadap orang yang berbuat buruk.

Sebagaimana pernah dialami Sayyidina Abu Bakar r.a. yang beberapa kali dicela preman Badui. Celaan pertama dan kedua diabaikan, tetapi ketiganya dibalasnya. Lalu bertanya kepada Rasulullah terhadap balasannya itu. Rasul menjelaskan bahwa beliau tersenyum ketika orang Arab Badui itu datang dan mencela Abu Bakar dan tidak ditanggapinya, karena banyak malaikat membelanya. Namun ketika membalasnya, iblis datang memanasinya, sedangkan para malaikat pergi.

Lagipula baik-buruk ucapan dari seseorang hamba menjadi penanda baik buruk suasana hati dan imannya. Sebagai sabda Nabi SAW, bila hati seseorang hamba baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tentunya, termasuk ucapan yang dikeluarkan. Di samping itu, orang-orang yang beriman akan senantiasa menyenangi kebaikan, dan sebaliknya menyesali setiap keburukannya.

Karena itu, setiap insan sangat dianjurkan untuk sering mengevaluasi diri, termasuk mengevaluasi ucapan setiap hari. Bila masih merasa puas dan senang terhadap ucapan-ucapan buruk, maka bersegera kembali ke jalan yang benar. Apalagi yang paling efektif membetulkan diri sendiri adalah diri kita sendiri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved