Salam

Berhati-hatilah di Lokasi Wisata

Tiga santriwati dari salah satu pesantren di Aceh Besar, dua hari lalu meninggal dunia setelah teseret ombak saat mereka berenang

Berhati-hatilah di  Lokasi Wisata
SERAMBI/M ANSHAR
SANTRI Dayah Al-Ikhlas Abu Ishak Al-Amiri Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang terseret arus di Pantai Syiah Kuala saat dirawat di IGD RSUDZA, BandaAceh, Kamis (14/2). 

Tiga santriwati dari salah satu pesantren di Aceh Besar, dua hari lalu meninggal dunia setelah teseret ombak saat mereka berenang bersama rekan-rekannya di pantai dekat makam Syiah Kuala di Gampong Deah Raya, Banda Aceh. Beberapa lainnya harus menjalani perawatan serius di RSUZA. Dan, kepada yang telah pergi, kita mengucapkan inna lillahi wainna ilaihi rajiun.

Para santri itu berada di sana dalam rangka berwisata ke kuburan Teungku Syekh Abdurrauf As Singkily, ulama besar Aceh berkaliber internasional. Lalu, di antara mereka berenang di pantai yang berjarak puluhan meter dari lokasi makam. Saat itulah, salah satu santri terseret ombak, santri lainnya yang berusaha menolong juga ikut terseret arus.

Yang pertama, kepergian ketiga santriwati itu adalah takdir atau waktu yang sudah digariskan untuk menghadap Allah Swt. Kedua, kita juga ingin mengatakan bahwa pergi bersama teman-teman harus mendapat izin dari sekolah atau dayah. Demikian juga bagi sekolah atau dayah, bila membawa anak-anak untuk tujuan apapun ke luar sekolah, dayah, atau panti hendaknya direncanakan secara matang.

Perencanaan yang kita maksud adalah memantau kondisi tempat yang akan dijadikan lokasi wisata, latihan, atau outbond. Pemantauan itu antara lain bertujuan untuk melihat sisi yang dapat mengundang bahaya bagi anak-anak atau peserta. Misalnya, jika di tepi pantai dipastikan betul bahwa pantai itu rekomended untuk tempat berenang dan ada pengawas pantainya. Demikian juga di tempat lain. Penanggungjawab kegiatan harus mewanti-wanti betul kepada anak-anak atau peserta tentang hal-hal yang tak boleh dilakukan di lokasi wisata, latihan, atau outbond.

Lantas, sebelum membawa anak-anak ke luar sekolah atau dayah, sebaiknya mereka semua sudah mendapat izin dari orangtua atau walinya masing-masing secara tertulis. Jika ada orang tua yang tak mengizinkan anaknya ikut acara itu, maka tak boleh dipaksa, kecuali acara itu termasuk agenda wajib (kurikuler atau kokurikuler) bagi siswa atau santri.

Kegiatan wisata anak-anak sekolah dan dayah paling ramai dilakukan pada akhir tahun, terutama bagi pelajar yang akan menamatkan pendidikan. Objek wisata yang dituju antara lain, pantau, danau, gunung, sungai, kebun binatang, taman air atau kolam renang, dan berbagai temnpat lainnya. Semua tempat wisata itu ada risikonya jika tak hati-hati. Ada yang tewas tenggelam di danau, pantai, sungai, bahkan di kolam renang. Ada yang jatuh ke jurang saat berswafoto di puncak gunung. Ada yang digigit binatang buas di kebun binatang, dan lain-lain. Karena itulah, saat berwisata atau latihan di alam terbuka, hendaknya wisatawan atau peserta selalu berhati-hati. Jangan bertindak ceroboh. Patuhi segala larangan di pantai, kebun binatang, dan tempat permandian. Selain itu, harus cerdas memilih dan memilah destinasi wisata mana yang cocok, misalnya untuk anak taman kanak-kanak, sekolah dasar , SMP, SMA, dan mahasiswa. Pelajari betul informasi tentang kenyamanan dan keamanan destinasi yang akan didatangi.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved