Opini

Pentingnya Adab

RIBUAN tahun yang lalu, ada sebuah nasihat singkat yang memotivasi; tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina! Pesan ini memiliki makna tersirat

Pentingnya Adab
IST
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyerahkan bingkisan kepada murid MIN 6 Model Banda Aceh pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 H di sekolah tersebut, Senin (26/11). 

(Sikap Murid terhadap Guru)

Oleh Nurma Dewi

RIBUAN tahun yang lalu, ada sebuah nasihat singkat yang memotivasi; tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina! Pesan ini memiliki makna tersirat, yang mempersilakan manusia mencari ilmu ke negeri mana saja Timur, Barat, Selatan, ataupun ke Utara. Kita takkan pernah habis menggali ilmu, begitu banyaknya meliputi seluruh alam.

Mencari ilmu sangat penting, masuk dalam kategori “wajib” bagi laki-laki dan perempuan muslim. Dalam Alquran, orang berilmu Allah berikan derajat “kemuliaan” di sisi-Nya dan juga di sisi manusia. Derajat kemuliaan didapat, ketika dalam mencari ilmu para murid memiliki adabnya.

Melihat di sosial media (sosmed) kembali viral kasus murid yang mengajak berkelahi gurunya. Hal ini sungguh memprihatinkan dunia pendidikan yang murid kini tak lagi memperdulikan adab terhadap gurunya. Bagi seorang murid tingkat lanjut, seharusnya mempelajari adab-adab apasaja dalam mencari ilmu. Mengapa? Karena tak ada manfaat ilmu setinggi dan seluas apapun ketika adab tiada. Supaya ilmu-ilmu yang dipelajari bermanfaat, menjadi pencerahan dan berkah, maka perlu adanya adab.

Allah Swt mengumpamakan orang-orang yang tidak beradab dengan firman-Nya, “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. al-Jumu’ah: 5).

Seekor keledai, tentu tidak mengerti akan kitab-kitab tersebut, ia hanya memikul saja. Begitulah perumpaannya. Betapapun banyak ilmu dari setiap mata pelajaran yang didapat dari sekolah, tiada gunanya. Ketika adab tidak ada. Para ulama mengatakan, kada al-adab qabla al-’ilm (posisi adab itu sebelum ilmu).

Para ulama, menaruh perhatian yang besar kepada adab, misalnya, Imam al-Ghazali, Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, Imam Syafi’i, Imam Malik. Mereka telah mendapat ilmu dan manfaatnya dikarenakan mereka selalu menjaga adab dalam mencari ilmu. Dikarenakan adab dan ilmunya, mereka terus hidup meskipun jasadnya telah tiada.

Elemen penting
Persoalan adab menjadi elemen penting di era digital. Maka pembahasan tentang adab pada anak-anak milenial, bukan suatu pembelajaran yang bisa dianggap remeh. Sebab, adab adalah perintah agama. Guru “wajib” memberitahukan kepada peserta didik tentang adab-adab dalam belajar. Kemungkinan mereka belum tahu, guru wajib memberitahukannya. Atau mereka mungkin sudah tahu, berarti untuk mengingatkan atau me-refresh kembali. Supaya mereka selalu ingat dan mengamalkannya.

Guru tidak boleh bosan-bosan menyampaikan pesan agama ini. Alternatifnya barangkali dapat dilakukan pada awal pembelajaran, awal ajaran baru, pada Upacara Bendera hari Senin, atau lebih bagusnya dapat diinternalisasikan dalam setiap mata pembelajaran. Agar murid paham dan dapat memetik hikmahnya. Demikian pula, murid akan mengerti ketika dalam belajar mereka tidak ada adab, tentu akan terjadi bala.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved