PUPR akan Bangun Jembatan Siron

Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) direncanakan akan membangun kembali jembatan gantung Siron

PUPR akan Bangun Jembatan Siron
serambi/herianto
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, menurunkan murid SD Siron, yang baru pulang sekolah untuk menyeberangi Krung Siron, Jumat (15/2), saat berkunjung ke Jembatang Gantung Siron yg sudah roboh, akibat banjir bandang, 18 Desember 2018 lalu.serambi/herianto 

* Yang Putus akibat Disapu Banjir

BANDA ACEH - Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) direncanakan akan membangun kembali jembatan gantung Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, yang ambruk akibat disapu banjir, Desember 2018 lalu. Jembatan itu akan dibangun kembali tahun depan.

Selain jembatan Siron Blang, banjir juga menumbangkan jembatan gantung Gampong Keuraweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Akibatnya akses masyarakat di kawasan itu terganggu. Para pelajar maupun warga yang hendak beraktifitas ke luar gampong harus menggunakan rakit.

Rencana pembangunan kembali jembatan gantung Siron Blang oleh Kementerian PUPR, disampaikan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, saat melakukan kunjungan kerja ke dua lokasi jembatan gantung tersebut, Jumat (15/2).

“Jembatan gantung Siron sepanjang 100 meter lebih akan dibangun kembali Kementerian PUPR tahun depan. Sedangkan jembatan gantung di Gampong Kueraweung Blang, akan ditangani melalui dana tanggap darurat daerah,” kata Mawardi.

Untuk membangun kembali jembatan gantung Siron Blang, ujar bupati, pihak Kementerian PUPR pada 12 Februari 2019 melalui Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Aceh, Ir Zasman Asraf Wahab MT, sudah menyurati Bupati Aceh Besar. Dalam suratnya mereka minta data pengukuran dan gambar situasi tofografi lokasi jembatan Gantung Siron dan data sondir tanah lokasi jembatan gantung yang mau dibuat kembali.

“Pihak Kementerian memberikan waktu kepada Pemkab Aceh Besar paling lambat 22 Februari 2019 sudah mengirimkan data yang diminta. Karena mereka mau membuat disain jembatan gantung yang baru,” tutur Mawardi sambil menambahkan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kadis PUPR Aceh Besar, Ir Yusmadi, untuk segera menyiapkan dan mengirimkannya.

Diungkapkan Bupati Wawardi, robohnya jembatan gantung di Siron Blang dan Kueraweung Blang Desember lalu, bukan semata-mata karena banjir bandang. Tapi ada kaitan dengan penebangan pohon di hulu daerah aliran sungai (DAS) Krueng Siron dan galian C.

Dalam waktu dekat, katanya, Pemerintah Aceh Besar, bersama Polres, Polsek, Dandim, Koramil, Satpol PP dan pihak terkait lainnya akan melakukan penertiban terhadap kegiatan galian C. “Kita juga akan menertibkan kegiatan pembelahan kayu di kawasan hutan lindung dengan mesin. Apakah mereka punya izin dan kawasan hutan gampong atau hutan lain untuk bisa dipotong. Kalau tidak kita stop,” ujar Mawardi Ali.

Rombongan Bupati Nyaris Tercebur
Dalam kunjungan itu, rombongan Bupati Aceh Besar menyempatkan diri menyeberang sungai dengan menggunakan rakit untuk meninjau gedung serba guna yang akan dijadikan ruang sekolah sementara di Gampong Siron Blang.

Baru beberapa meter rakit yang ditumpangi Bupati Wawardi Ali, Sekdakab Iskandar, Kadis PUPR Aceh Besar Yusmadi, Kabag Humas dan Protokol Muhajir, Kabag ULP Darmansyah, Camat Kuta Cot Glie Baharuddin, anggota muspika, serta para keuchik dan kepala SD Siron, saat hendak diberangkatkan operator, hilang keseimbangan akibat kelebihan penumpang.

Rakit pun tenggelam dan dua penumpang dengan sigap langsung melompat ke dalam sungai. Meski sempat dibalut rasa cemas, rombongan tersebut berhasil menyeberangi sungai yang memiliki lebar lebih 100 meter itu.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved