Rencana Revisi UU TNI Demi Lowongan Kerja Para Perwira Menuai Kontroversi

Wacana revisi UU TNI yang memberi peluang anggota TNI aktif duduk di kementerian/lembaga, menuai kontroversi khususnya dari kalangan pegiat HAM.

Rencana Revisi UU TNI Demi Lowongan Kerja Para Perwira Menuai Kontroversi
diajurit.tni-au.mil.id
Pendaftaran Tamtama Prajurit Karir TNI AU Gelombang I tahun 2019. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pada pekan lalu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan niatnya untuk merevisi UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Bagian yang akan direvisi salah satunya yakni pasal 47 yang mengatur mengenai jabatan sipil di kementerian/lembaga yang bisa diisi oleh perwira tinggi TNI aktif.

Pasal ini menjelaskan mengenai TNI wajib mengundurkan diri dari TNI atau pensiun dari dinas untuk bisa menduduki jabatan sipil.

Pasal itu juga mengatur mengenai kementerian/lembaga yang bisa diisi oleh prajurit TNI aktif, seperti Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Negara, Pertahanan Negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Pertahanan Nasional, Badan SAR Nasional, Badan Narkotika Nasional, dan Mahkamah Agung.

Selain itu, pasal lain yang akan direvisi dalam UU tersebut juga menyangkut perpanjangan batas usia pensiun anggota TNI setingkat Tamtama dan Bintara dari 53 tahun menjadi 58 tahun.

Rencana revisi pasal 47 tersebut dilakukan, kata Panglima TNI, agar permasalahan banyaknya perwira tinggi menganggur bisa diatasi.

Menurut Hadi ada sekitar 500 perwira menengah dan 150 perwira tinggi yang saat ini masih menganggur.

"Kita menginginkan lembaga kementerian yang bisa diduduki TNI aktif itu eselon satu dan dua tentunya akan juga menyerap pada eselon-eselon di bawahnya. Sehingga Kolonel bisa masuk di sana," ujar Panglima TNI.

Dia mengharapkan revisi UU tersebut dapat menyerap perwira menengah dan tinggi yang saat ini tidak memiliki jabatan.

Namun, wacana revisi itu menuai kontroversi, khususnya dari kalangan pegiat HAM.

Baca: Akibat Kelebihan Perwira Tinggi, TNI Akan Lakukan Restrukturisasi, Ini Penjelasan Kapuspen

Baca: 105 Prajurit TNI AU Atraksi Terjun Payung

Baca: VIDEO - Hukum Cambuk di Pidie, Satu Terpidana Tumbang, Satu Lainnya Hamil

Halaman
1234
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved