Tenaga Ahli P3MD Aceh Timur Minta Keuchik Alokasikan Gaji Guru Honorer dari Dana Desa

Beban kerja mereka sangat besar, di samping mendidik juga, harus bisa memahami karakter setiap anak, dan mengurusnya sebagai orang tua pengganti selam

Tenaga Ahli P3MD Aceh Timur Minta Keuchik Alokasikan Gaji Guru Honorer dari Dana Desa
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Tenaga Ahli, Pelayanan Sosial Dasar, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Aceh Timur, Yusmiadi SE alias Abu Yus 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Keuchik di Aceh Timur diharapkan mengalokasikan dana alokasi gampong untuk gaji guru honorer di lembaga pendidikan usia dini (PAUD), dan guru balai pengajian atau taman pendidikan alquran (TPA) di setiap gampong di Aceh Timur.

“Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik saja. Tapi, pengembangan SDM juga sangat penting. Karena itu, ADG tahun 2019 kita harapkan juga dialokasikan untuk peningkatan pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, agama, olahraga, dan kegiatan kepemudaan agar terlahirnya SDM yang handal,” jelas Tenaga Ahli, Pelayanan Sosial Dasar, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Aceh Timur, Yusmiadi SE alias Abu Yus, kepada Serambi, Sabtu (16/2/2019).

Program ini, jelas Yusmiadi, telah ia usulkan melalui musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan (Mesrenbangcam) yang saat ini sedang berlangsung di sejumlah kecamatan di Aceh Timur.

Baca: Sempat Heboh Karena Diduga Masih Hidup saat Hendak Dikebumikan, Polisi Bongkar Kuburan Rasyidin

Baca: Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Yudisium 277 Mahasiswa, Ini Nama Para Lulusan Terbaik

Baca: Anak Laki-laki Asal India Ini Mendapat Julukan Bocah Serigala Akibat Alami Kondisi Langka

Pengembangan SDM di gampong, jelas Abu Yus, sangat penting seperti pengembangan Posyandu secara maksimal untuk mencegah stunting yang saat ini menjadi isu nasional.

“Begitu juga pendidikan tingkat usia dini, dan belajar mengaji sejak usia dini, sangat penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang handal. Karena itu, dana gampong yang dialokasikan pemerintah sangat besar diharapkan dapat dialokasikan untuk gaji guru honorer di PAUD, dan guru ngaji di balai pengajian sehingga mereka termotivasi dan lebih semangat menjalankan tugasnya,” jelas mantan Tenaga Ahli P3MD Aceh Tamiang ini.

Konsep pembangunan yang didanai dari ADG di tahun 2019 ini, diharapkan lebih seimbang antara pembangunan fisik, peningkatan ekonomi, kesehatan, dan pengembangan SDM.

Di Aceh Timur, jelas Yusmiadi, guru honorer di PAUD, dan guru balai pengajian masih sebagian kecil yang mendapat gaji honorer dari ADG.

Padahal, beban kerja mereka sangat besar, di samping mendidik juga, harus bisa memahami karakter setiap anak, dan mengurusnya sebagai orang tua pengganti selama di sekolah.

Di Kabupaten Gayo Lues, jelas Yusmiadi, Pemkabnya melalui peraturan bupati telah mengintruksikan setiap gampong mengalokasikan gaji guru honorer, dan guru ngaji dari ADG, berdasarkan program yang mereka usulkan tahun 2016.

Di sana, katanya, gaji guru honorer dari ADG yaitu Rp 700 ribu per orang per bulan, dan kader posyandu Rp 250 per orang per bulan.

Karena itu agar program ini dapat terealisasi di Aceh Timur, jelas Yusmiadi, harus ada kesinergian antara Tenaga Ahli P3MD dengan Dinas DPMG Aceh Timur, untuk merumuskan draf peraturan bupati tentang peningkatan pelayanan dasar.

Selanjutanya terkait besaran gaji guru honorer di lembagau PAUD, dan guru ngaji di Taman Pendidikan Alquran (TPA) juga harus disesuaikan antara jumlah guru dengan anak.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved