YARA Minta Pengutipan Biaya Bus Sekolah Dihapuskan

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyayangkan adanya pengutipan biaya operasional bus sekolah dari para siswa

YARA Minta Pengutipan Biaya Bus Sekolah Dihapuskan
Sina/Shanghaiist
Sebuah bus sekolah yang seharusnya hanya boleh mengangkut maksimal 19 orang penumpang, tertangkap basah disesaki 62 orang siswa. 

CALANG - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyayangkan adanya pengutipan biaya operasional bus sekolah dari para siswa seperti yang diatur dalam Qanun Aceh Jaya Nomor 2 Tahun 2013 tentang Retribusi Ppemakaian Kekayaan Daerah. Hal tersebut disampaikan Ketua YARA Barat Selatan, Hamdani kepada Serambi dalam rilisnya, Jumat (15/2).

“Kita meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk mengkaji ulang qanun tersebut. Karena dengan adanya qanun tersebut membuat berat masyarakat, hanya saja masyarakat tidak berani melakukan komplain,” jelas Hamdani.

Ia mengatakan, jika pengutipan itu sangat tidak tepat dilakukan oleh Pemkab Aceh Jaya, mengingat bus sekolah tersebut sudah disubsidi semuanya, mulai dari biaya supir hingga minyak untuk beroperasi.

“Ini menyangkut pendidikan, seharusnya digratiskan. Jika mau ada penghasilan untuk PAD daerah pun, janganlah sampai harus melakukan pengutipan dengan besaran Rp 1.000 per siswa sekali naik,” tukasnya. “Kami minta segera revisi pengutipan uang dari siswa untuk biaya operasi bus sekolah,” tandas dia.

Di sisi lain, YARA mendesak pihak legislatif untuk dapat memperjuangkan hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan gratis, dari semua bidang. “Sekarang beasiswa digelorakan, tapi transportasi harus dibayar. Itu anggaran yang diperoleh juga tidak akan seberapa dan tidak akan mendorong pertumbuhan PAD di Aceh Jaya. Jadi, cabut dan hapuskan poin saja itu, karena juga tidak akan merugikan daerah,” tandasnya.(c52)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved