Pemkab Siap Berembuk

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya akan melakukan mediasi dan siap berembuk dengan warga terkait

Pemkab Siap Berembuk
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Sejumlah mobiler Kantor Keuchik dilemparkan ke parit jalan oleh sejumlah warga di Desa Sapek, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (15/2) sebagai bentuk protes karena tidak menerima Plt keuchik yang baru di desa tersebut.SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

* Terkait Kericuhan Penetapan Plt Keuchik

SUKA MAKMUE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya akan melakukan mediasi dan siap berembuk dengan warga terkait kasus pengrusakan kantor keuchik Sapek, Kecamatan Seunagan pada Jumat (15/2) siang. Aksi pengrusakan yang dilakukan massa tersebut diduga dipicu akibat penunjukan Plt keuchik Sapek yang menurut sebagian warga tidak sesuai dengan kesepakatan bersama pada 31 Januari 2019, bahwa Plt keuchik harus dari kantor camat atau sekdes di desa setempat, bukan dari warga di daerah itu.

Kabag Pemerintahan Setdakab Nagan Raya, Adnan kepada Serambi, Sabtu (16/2), mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan mediasi untuk berembuk bersama warga menyangkut dengan Plt Keuchik yang sudah ada tersebut. Hal itu, jelasnya, dilakukan guna menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

Terkait dengan SK Plt keuchik Sapek yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, jelas Adanan, itu sudah melalui proses panjang, baik berdasarkan permintaan warga yang disertai tuha peut setempat, dan juga kebijakan lainnya. Atas berbagai pertimbangan tersebut, ulasnya, maka Pemkab Nagan Raya akhirnya mengeluarkan kebijakan sesuai dengan permintaan masyarakat.

“Karena di Desa Sapek itu, ada dua kubu yang bertolak belakang atau pro dan kontra soal Plt keuchik saat ini. Namun demikian, pemerintah tetap akan menyelesaikan dengan bijak masalah tersebut,” ujarnya. “Intinya, kita dari pihak pemerintah tidak akan tinggal diam, akan tetapi segera menyelesaikan masalah di Desa Sapek saat ini. Dalam waktu dekat ini, kita akan pangil semua pihak terkait menyangkut persoalan Plt keuchik,” tukas Adnan.

Sementara itu, Ustaz Kamal yang mengaku sebagai salah seorang tokoh masyarakat Desa Sapek, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya membantah pernyataan Plt Keuchik Sapek, A Rahman Nur yang menyebutkan bahwa aksi yang berlangsung pada Jumat (15/2) kemarin itu, hanya dilakukan oleh puluhan orang saja. Dia mengklaim, peserta aksi mencapai ratusan orang.

Di sisi lain, tukas Ustaz Kamal, pihak warga tetap meminta dan menginginkan pemerintah menjalankan kesepakatan yang telah disetujui bersama dalam rapat pada 31 Januari 2019 lalu. Kala itu, diputuskan bahwa Plt keuchik Sapek ditunjuk dari kantor camat atau sekdes, bukan dari kalangan warga dari Desa Sapek.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved