Tafakur

Memenangkan Hati

Dan tidaklah sama antara kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang

Memenangkan Hati

Oleh: Jarjani Usman

“Dan tidaklah sama antara kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang ada permusuhan dengan mu akan seperti teman setia” (QS. Al Fusshilat: 34).

Sudah lazim terjadi di negara manapun, mendekati pemilihan umum banyak orang berusaha memenangkan hati orang lain. Berbagai cara digunakan, mulai dari menempel foto diri besar-besar di jalan-jalan, membuat slogan-slogan menarik, hingga membagi-bagikan uang. Sebenarnya, bukan terhadap hati orang lain, kita juga perlu memenangkan hati sendiri setiap hari.

Pada saat dicaci orang lain, misalnya, rasanya ingin memuntahkan rasa marah sedahsyat-dahsyatnya. Kalau perlu, menginjak-injak pelakunya hingga bonyok dan tak mengulangi perbuatannya. Rasanya dengan cara demikian, hati jadi puas.

Tapi cara Rasulullah SAW berbeda. Misalnya, ketika menyebarkan ajaran Islam di Taif, beliau dilempar batu hingga berdarah. Malaikat yang menyaksikannya menawarkan pembalasan dengan membalikkan tanah agar pelakunya ditelan bumi. Tapi Rasulullah melarangnya dan menyebut mereka belum mengetahuinya.

Meskipun memilih bersabar, martabat Rasulullah tidak turun. Dan bahkan Rasul memenangkan hati mereka, sehingga banyak yang menjadi pengikutnya.

Jadi, memenangkan hati orang lain harus terlebih dahulu memenangkan hati sendiri. Orang yang berhasil memenangkan hati sendiri akan menjadi orang baik, tak akan mengambil hak orang lain, tak mau berbuat zalim, dan lain-lain. Orang seperti ini, walaupun tak berkampanye, layak dipilih sebagai wakil rakyat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved