Petani Keluhkan Bibit Bantuan tak Tumbuh

Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Aceh Barat Daya (Abdya) diduga menyalurkan bibit bantuan varietas M400

Petani Keluhkan Bibit Bantuan tak Tumbuh
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH didampingi Kasubdit Padi Irigasi dan Rawa Ditjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Dr Trimartini Patria, Dandim 0110 Abdya, Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, perwakilan Kajari Abdya, memperlihatkan benih M400 

BLANGPIDIE - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Aceh Barat Daya (Abdya) diduga menyalurkan bibit bantuan varietas M400 kualitas rendah kepada para petani setempat. Indikatornya, bibit padi unggul bantuan tersebut setelah dilakukan penyemaian justru banyak tidak tumbuh. Akibatnya, para petani merugi dan tidak sedikit harus mengganti dengan membeli bibit baru.

Untuk diketahui, varietas M400 adalah salah satu bibit padi unggul yang kini dikembangkan oleh pemerintah pusat. Mengingat selain hasil panen yang sangat bagus karena memiliki batang yang lebih besar dengan bulir padi yang penuh di setiap tangkainya, padi jenis M400 itu tahan terhadap serangan hama dan anomali cuaca.

Namun, belum diketahui pasti apa penyebab bibit padi yang dipelopori Ketua HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko itu tak tumbuh di Abdya. Padahal, pada musim tanam sebelumnya banyak masyarakat Abdya khususnya di kawasan Suso, untung besar pasca menamam bibit M400 tersebut. Selain hasilnya melebih 8 ton perhektar, harga beli gabah oleh agen pun mencapai Rp 6.000 per kilogram.

Seorang petani di Tangan-Tangan, Mistahul mengaku kecewa dengan bibit padi bantuan pemerintah tersebut. “Ini aneh, padahal varietas M400 adalah bibit unggul, kok tidak tumbuh. Jika ada perlakuan khusus, harusnya mereka sampaikan pada petani,” keluhnya kepada Serambi, kemarin.

Ia menduga, tidak tumbuhnya bibit M400 itu akibat pihak dinas tidak selektif dalam menerima bibit dari perusahaan pemenang pengadaan tersebut. “Jika seperti ini, kan masyarakat yang rugi dan target panen pada bulan Mei dan Juni, bisa tidak tercapai,” sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Tarmizi, petani dari Kecamatan Jeumpa. Ia menyebutkan, bibit bantuan M400 banyak yang tidak tumbuh. “Iya ada, tapi kabarnya yang tidak tumbuh akan diganti dengan bibit lain. Jika ini benar, penyuluh dan dinas terkait harus segera turun ke lapangan untuk mengganti,” ujar Tarmizi.

Karena, kata Tarmizi, sebagian masyarakat yang kecewa tersebut lebih memilih dan membeli bibit varietas lain. Untuk itu, ia meminta dinas terkait segera turun ke lapangan, sebelum masyarakat menanam bibit lain. “Ini perlu dilakukan dalam rangka menyukseskan program Pak Bupati, karena hasil panen M400 ini sangat bagus dan harganya pun lumayan mahal,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Abdya, drh Nasruddin, melalui Kabid Perbenihan dan Pembibitan Hendriyadi STP saat dikonfirmasi membenarkan ada beberapa petani di Jeumpa yang mengeluhkan bibit M400 yang disalurkan pihaknya tersebut. “Iya benar. Ada sebagian sudah kita ganti,” jelas Hendriyadi STP kepada Serambi, Minggu (17/2).

Ia menduga, tidak tumbuhnya bibit M400 itu bukan karena kualitas rendah, melainkan akibat perlakuan petani yang tidak benar. Sebab, ulas Hendri, keluhan yang diterimanya tidak dari seluruh kelompok. Contoh, di Jeumpa dari satu kelompok tani, hanya satu dua orang anggota yang mengeluhkan bibit tidak tumbuh, sementara anggota lainnya di kelompok itu, bibitnya tumbuh dan sekarang mulai ditanam.

“Mungkin ada masyarakat tanpa menjemur langsung direndam. Seharusnya dijemur dulu karena bisa saja selama diserahkan itu, bibit itu diletakkan di tempat basah dan lembab sehingga kadar airnya kembali bertambah,” terangnya.

Meski begitu, Hendri mengaku, pihaknya telah mengganti sejumlah bibit yang tidak tumbuh tersebut dengan bibit baru. “Alhamdulillah, pihak perusahaan menyanggupi untuk menganti dengan bibit yang lain karena dalam perjanjian kontrak seperti itu,” tukasnya.

Untuk itu, Hendri meminta, kepada masyarakat yang bibit M400 tidak tumbuh, segera laporkan kepada penyuluh atau ke pihak dinas. “Insya Allah akan diganti, jadi tolong laporkan jika menemukan hal seperti itu,” pungkasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved