Istri Rekayasa Suami Dibunuh Perampok

Pembunuhan Jajuli bin Ismail (34) pedagang es campur asal Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara

Istri Rekayasa Suami Dibunuh Perampok
SERAMBI/JAFARUDDIN
TERSANGKA memperagakan saat membunuh pedagang es campur di rumahnya Desa Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara dalam rekonstruksi, Senin (18/2).

* Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pedagang Es Campur

LHOKSUKON –Pembunuhan Jajuli bin Ismail (34) pedagang es campur asal Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara ternyata direkayasa oleh istri korban, Jamaliah (30) bersama selingkuhannya, Musliadi alias Adi (26).

Keduanya merekayasa kalau pembunuhan Jazuli dalam kamar itu dilakukan perampok, bukan oleh Jamaliah dan Adi. Kedua tersangka melakukan hal itu dengan cara menjatuhkan sepeda motor (sepmor) Vario warna merah dalam rumah, dan membuka jendela. Sementara Jamaliah memanggil warga sekitar untuk menyampaikan, bahwa suaminya dibunuh perampok.

Kecuali itu, Jamaliah juga meminta Adi memukul wajahnya untuk mengesankan kepada publik dirinya juga dipukul perampok. Namun, Musliadi yang tercatat sebagai warga Desa Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara menolaknya dengan alasan tidak tega.

Demikian antara lain terungkap dalam rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan yang diadakan Polres Aceh Utara di lokasi kejadian Senin (18/2). Reka ulang itu menghadirkan langsung kedua tersangka untuk memerankan kasus pembunuhan itu, dipimpin Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah. Turut disaksikan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, dan Kabag Ops AKP Iswahyudi.

Untuk reka ulang tersebut polisi sudah mempersiapkan 44 adegan. Namun, sebagiannya digabungkan, sehingga yang diperagakan kedua tersangka 27 adegan saja. Pada adegan pertama, Adi diantar ke lokasi oleh rekannya dengan sepmor. Lalu, Adi bersembunyi di semak-semak. Adi sempat bersembunyi di samping kandang dan dalam WC sebelum masuk ke dalam rumah.

Setelah masuk ke dalam rumah, Adi keluar lagi untuk bersembunyi karena mendengar suara anak korban menangis. Korban juga sempat bangun dan masuk ke kamar anaknya. Setelah menggunci pintu antara ruang tengah dan dapur, Jazuli tidur lagi.

Setelah menunggu beberapa saat, Jamaliah masuk ke dalam kamarnya untuk memastikan suaminya sudah tidur atau belum, dengan cara menggoyangkan kakinya. Setelah itu, Adi masuk ke dalam kamar korban dengan parang di tangan. Kemudian, dia langsung membunuh Jazuli yang sedang tertidur menyamping.

Setelah memastikan korban sudah meninggal, Adi kemudian membuat rekayasa dengan Jamaliah supaya terkesan korban dibunuh oleh perampok. Sebelum meninggalkan rumah tersebut, Adi sempat mengintip ke dalam rumah untuk melihat tindakan selanjutnya yang dilakukan selingkuhannya.

Sementara Jamaliah langsung keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada warga seraya menyebutkan suaminya sudah dibunuh oleh perampok. Setelah menjalani 27 adegan, kedua tersangka dibawa petugas ke Mapolres Aceh Utara dengan menggunakan mobil.

Ibu korban, Nurjannah (50) juga hadir ke lokasi rekonstruksi bersama dua cucunya. Namun, wanita tersebut tidak masuk ke dalam rumah untuk melihat reka ulang itu.

Matanya berkaca-kaca dan sekali menyapu air matanya yang mengalir dengan ujung bajunya. Ia hanya berdiri di bawah pohon jambu saat proses rekonstruksi itu berlangsung. Warga yang memadati lokasi itu berteriak saat kedua tersangka dibawa pulang dengan mobil.

“Kedua tersangka merekayasa kasus tersebut supaya terkesan terjadi perampokan dan pembunuhan. Bahkan, korban mengaku Rp 3 juta miliknya sudah dibawa kabur perampok. Padahal, setelah diselidiki tidak ada uang yang hilang,” ungkap Kapolres Aceh Utara melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki kepada Serambi kemarin.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved