Jembatan Alue Teh Rusak

Jembatan penghubung antardesa di Alue Teh, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur rusak parah

Jembatan Alue Teh Rusak
IST
JEMBATAN di Desa Alue Teh, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, hancur dan mengancam keselamatan warga, Senin (18/2). 

* Lantai Kayu Sudah Lapuk

LANGSA - Jembatan penghubung antardesa di Alue Teh, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur rusak parah. Lantai jembatan yang dibangun dari kayu sekitar 15 tahun lalu sudah lapuk, bahkan lubang besar menganga di tengah jembatan, sehingga sulit dilalui kendaraan, baik roda dua, empat maupun truk pengangkut hasil bumi.

Bahtiar, seorang warga Alue Teh, Senin (18/2) mengatakan jembatan di desanya sudah rusak parah dan terdapat lubang besar di bagian lantai yang bermaterial kayu, dimana sudah patah karena rapuh. Dia menyatakan kondisi itu telah menyulitkan warga melintas menuju pusat kecamatan untuk membawa hasil bumi atau membeli kebutuhan sehari-hari.

“Jembatan sangat sulit dilintasi, terutama truk pengangkut hasil bumi ke kota dan jangankan roda empat, kendaraan roda dua saja sulit melintas,” ujarnya. Menurut dia, walaupun rusak dan membahayakan keselamatan pengendara, masyarakat tetapi melalui jembatan itu, karena untuk ke pusat Kabupaten Aceh Timur maupun Kota Langsa, hanya itu satu-satunya jalur penghubung utama.

“Masyarakat harus berhati-hati saat melintasi jembatan ini, karena kondisi lantai sudah rapuh dan berlobang, jika tidak, warga akan tergelincir ke sungai dan ini jalan satu-satunya menju pusat kecamatan,” jelasnya.

Dia mengakui, jembatan sudah wajar rusak karena dibangun 15 tahun lalu, namun warga sangat kecewa karena tidak ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki atau membangun jembatan lain yang lebih layak.

“Bagaimana bisa warga sejahtera, karena hasil bumi tak bisa diangkut dengan lancar ke pasar, akibat jembatan sulit dilintasi dan pemerintah harus segera memperbaiki jembatan yang rusak ini,” harapnya.

Dia mengungkapkan jembatan Desa Alue Teh juga dilintasi angkutan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, PTPN I dan PT Mapoli Raya, untuk mengangkut buah kelapa sawit.

Dia menilai, kedua perusahaan itu tidak tanggap, padahal jembatan itu rusak juga diakibatkan dilintasi truk berbadan besar milik perusahaan itu. Dia berharap pihak perusahaan tidak boleh diam saja melihat kondisi jembatan jalan Desa Alue Teh yang telah rusak parah ini.

Sebelumnya, badan jalan di tanjakan menuju jembatan penghubung Gampong Keude dengan Gampong Kuta Baro, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur amblas digerus longsor seusai kawasan itu diguyur hujan deras. Pembangunan jalan telah rampung dilaksanakan sekitar 1,5 bulan lalu dengan anggaran sekitar Rp 4,8 miliar.

Keuchik Gampong Kuta Baro Zainal Abidin (42) didampingi Ketua LSM KANa Muzakir, Sabtu (16/2) menjelaskan jalan amblas pada Kamis (14/2) lalu, selain talut di sisi jalan sudah mulai retak. “Pembangunan jalan kurang berkualitas, akibat pekerjaan diburu dengan target harus rampung akhir Desember 2018,” ujarnya saat melihat kondisi jalan, kemarin.

Menurut Ketua Forum Keuchik Kecamatan Peudawa ini, badan jalan amblas dan talut yang mulai retak itu, karena digerus hujan deras. Tetapi, dia tetap menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah meluncurkan anggaran Rp 4,8 miliar untuk pembnagunan jembatan dengan panjang 25x5 meter, beserta talut sisi kiri kanan tanjakan jembatan.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved