Pemilihan Keuchik Ditunda Sementara

Sejumlah keuchik atau kepala desa di beberapa gampong di Banda Aceh sudah berakhir masa jabatannya

Pemilihan Keuchik Ditunda Sementara
IST
FAISAL, Asisten I Setdako Banda Aceh

* Hingga Selesai Pemilu

BANDA ACEH - Sejumlah keuchik atau kepala desa di beberapa gampong di Banda Aceh sudah berakhir masa jabatannya. Meski begitu, pihak gampong diminta tidak melakukan pemilihan keuchik baru sebelum berakhirnya pelaksanaan Pemilu 2019. Hal itu tertuang dalam surat edaran Wali Kota Banda Aceh.

Surat bernomor 141/0209 tanggal 8 Februari 2019 tentang penundaan sementara pemilihan imum mukim dan keuchik jelang Pemilu 2019 telah disampaikan melalui camat yang ada di wilayah ibu kota Provinsi Aceh itu. Surat tersebut ditandatangani Wali Kota Aminullah Usman.

Isi surat itu meminta kepada para camat untuk menginformasikan kepada keuchik yang sudah berakhir masa jabatannya agar menunda sementara pemilihan imum mukim dan keuchik sampai dengan selesai proses pelaksanaan tahapan Pemilu pada Juni tahun 2019.

“Imum mukim dan keuchik yang sudah habis masa jabatan agar diangkat penjabat imum mukim dan penjabat keuchik sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” bunyi surat yang ditembuskan ke Ketua DPRK Banda Aceh, Kepala DPMG banda Aceh, dan Ketua KIP Banda Aceh.

Asisten I Setdako Banda Aceh yang membidangi Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Faisal SSTP kepada Serambi, Senin (18/2) mengatakan, saat ini ada beberapa gampong yang masa jabatan keuchiknya sudah berakhir dan akan berakhir sebelum selesainya Pemilu.

“Gampong yang sudah berakhir masa keuchiknya dan akan diangkat Plt seperti Gampong Surien, Lamdom, Mibo, Doi, Peulanggahan, Pango Deah, Punge Ujong, dan Gampong Deah Glumpang,” kata mantan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banda Aceh ini.

Faisal menjelaskan, alasan penundaan pemilihan keuchik baru sebelum berakhirnya tahapan Pemilu agar pelaksanaan pemilihan keuchik tersebut tidak dipolitisir. Tapi bagi desa yang masa keuchiknya sudah berakhir, lanjutnya, langsung ditunjuk Plt-nya.

Asisten I Sekdako Banda Aceh, Faisal juga menyampaikan, setiap gampong yang masa jabatan keuchiknya sudah berakhir langsung ditunjuk Plt agar roda pemerintahan tetap berjalan. “Untuk Plt lagi diusul sama camat ke Pemko untuk proses pembuatan SK-nya,” kata Asisten I Setdako Banda Aceh.

Plt yang diangkat, sambungnya, merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) yang selama ini menjabat di desa masing-masing. Sebelum keluar surat wali kota, Faisal mengatakan ada desa yang sudah membuat jadwal pemilihan calon keuchik, tapi sudah ditunda pelaksanaannya.

Dari pantauan Serambi, gampong yang sudah menyusun jadwal pemilihan keuchik tersebut seperti Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman. Bahkan sudah ada beberapa nama yang sudah mendaftar sebagai bakal calon keuchik setempat, tapi pelaksanaan pemilihan itu telah ditunda hingga berakhinya Pemilu 2019.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved