Agara Terapkan Sekolah Berbasis Pesantren

Pemkab Aceh Tenggara (Agara) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai tahun 2019

Agara Terapkan Sekolah Berbasis Pesantren
IST
BAKRI SYAHPUTRA, Plt Kadisdikbud Agara

* Lima Sekolah jadi Percontohan

KUTACANE - Pemkab Aceh Tenggara (Agara) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai tahun 2019 ini menerapkan sekolah umum berbasis pesantren, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sebagai pilot project, ada lima sekolah umum yang ditetapkan untuk menjalankan program tersebut, yaitu SMP Perisai, SMPN1 Lawe Alas, SD Percontohan, TK Pembina Babussalam, dan TK Pembina Kutacane.

“Kita telah jadikan project sekolah berbasis pesantren dua SMP, dua TK dan satu SD Percontohan,” sebut Plt Kadisdikbud Agara, Bakri Syahputra Spd MSi, kepada Serambi, Selasa (19/2).

Kelima sekolah-sekolah itu ia katakan, kurikulum pendidikannya menerapkan perpaduan antara pelajaran nasional dan pelajaran di pondok pesantren. Tujuannya untuk melahirkan generasi-generasi yang berkarakter, Islami, dan memiliki daya saing.

“Selain itu juga untuk melahirkan generasi penghapal Alquran. Selama ini terkesan sekolah umum tidak memiliki kemampuan di bidang agama dan membaca Alquran,” tambah Bakri Syahputra.

Oleh sebab itu, melalui program sekolah umum berbasis pesantren, dia harapkan bisa menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap sekolah umum. Pihaknya menargetkan, para anak didik di sekolah berbasis pesantren bisa membaca Alquran, perintah salat, serta doa-doa lainnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan dari semua masyarakat Agara, apalagi disampaikan bahwa perpaduan sistem pendidikan ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Aceh. “Program sekolah berbasis pesantren, Insya Allah terwujud. Ini harus didukung oleh semua pihak,” harap Plt Kadisdikbud Agara ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tengara (Agara), Bakri Syahputra Spd MSi, mengatakan program sekolah berbasis pesantren ini nantinya akan diterapkan pada semua sekolah umum.

Namun ada kualifikasi tertentu dimana sebuah sekolah dianggap sudah layak untuk menerapkan program tersebut, yakni kedisiplinan, sumber daya manusia (SDM), serta fasilitas pendukung lainnya. “Untuk SDM, guru yang mengajar bidang agama merupakan guru ahli dan berpengalaman di pesantren,” sebut Bakri.

Untuk saat ini, baru lima sekolah yang memenuhi kriteria tersebut, yakni SMPN1 Perisai, SMPN Lawe Alas, SD Percontohan, TK Pembina Kutacane dan TK Pembina Lawe Pakam. “Sekolah-sekolah ini sebagai contoh dan kedepan akan diprogramkan ke sekolah-sekolah lain yang sudah memenuhi syarat, seperti kedisiplinan, sarana prasarana, serta SDM pendidik,” demikian Bakri Syahputra.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved