Tafakur

Memandang Rendah

Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain

Memandang Rendah

Oleh: Jarjani Usman

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada yang bertanya, “Bagaimana dengan orang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Nabi SAW menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain” (HR. Muslim).

Bila mengidap suatu penyakit, sangat disarankan untuk tidak membiarkannya. Harus segera mengobatinya. Kalau tidak, akan harus menderita begitu lama dan berpeluang bertambah parah. Tentunya bukan hanya penyakit fisik, tetapi juga penyakit hati, seperti memandang rendah orang lain dengan sebutan tak patut.

Sebagaimana penyakit fisik, penyakit hati bisa parah dan menyebabkan kelumpuhan daya ingat. Tidak mampu lagi mengingat tentang diri sendiri, yang sebenarnya sama-sama insan biasa yang tak luput dari kekurangan. Juga lupa bahwa kepandaian yang diperoleh tak terlepas dari peranan atau bantuan banyak orang. Ilmu pengetahuan bukan diperoleh sendiri begitu saja, tetapi bantuan sejumlah guru, mulai dari guru berhitung, guru bahasa, guru sejarah, dan lain-lain. Demikian juga makanan, yang diperoleh pekerjaan banyak orang, mulai dari petani, pelaut, pekebun, hingga yang mengolahnya.

Karena itu, dalam suasana bagaimanapun, tak terkecuali di tahun politik, tak sepatutnya menganggap orang lain rendah, pendek antena, kaum terkebelakang, dan sejenisnya. Islam tidak memberi kebasan untuk merendahkan satu sama lain, walau di tahun politik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved