Tarif Kargo Pesawat Naik 3 Kali Lipat, Pengusaha di Aceh Stop Ekspor Tuna ke Jepang dan PHK Pekerja

Tarif kargo pesawat naik hampir tiga kali lipat, membuat pengusaha di Aceh terpaksa menyetop ekspor ikan tuna ke Jepang.

Tarif Kargo Pesawat Naik 3 Kali Lipat, Pengusaha di Aceh Stop Ekspor Tuna ke Jepang dan PHK Pekerja
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Pabrik pengolahan ikan tuna di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Rabu (20/2/2019). Pabrik ini menyetop ekspor tuna ke Jepang akibat tarif kargo pesawat naik hampir tiga kali lipat sejak Januari 2019. 

Laporan Budi Fatria | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tarif kargo pesawat naik hampir tiga kali lipat, membuat pengusaha di Aceh terpaksa menyetop ekspor ikan tuna ke Jepang.

Biasanya, tarif ekspor ke Jepang hanya Rp 22.000 per kilogram. Namun, sejak Januari 2019 harga kargo pesawat ke Jepang naik menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Akibatnya, pengusaha tersebut terpaksa memberhentikan atau mem-PHK sebagaian para pekerjanya.

Seperti diketahui, selain harga tiket pesawat maskapai penerbangan dalam negeri yang melambung tinggi pada awal 2019 ini, tarif atau harga kargo pesawat pun ikut meroket.

Baca: Haji uma: Maskapai Harus Segera Turunkan Harga Tiket Pesawat

Baca: Presiden Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Mahal, Rizal Ramli: Gampang Kaget Deh

Baca: Dampak Melemahnya Rupiah, Garuda Indonesia Resmi Naikkan Tarif Kargo 15 Persen

Akibat kenaikan tarif kargo pesawat sejak Januari 2019, pengusaha yang bergerak di bidang ekspor harus menyetop sementara kegiatan usahanya.

Dampak lain, sebagian warga pun harus kehilangan pekerjaan, karena pengusaha itu terpaksa memberhentikannya.

Seperti yang dialami UD Nagata Tuna di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Muslem, pemilik pabrik pengolahan ikan tuna tersebut kepada Serambinews.com, Rabu (20/2/2019) mengatakan, pihaknya sudah menyetop ekspor ikan tuna ke Jepang.

Muslem mengatakan, pihaknya sangat merasakan dampak dari kenaikan harga atau tarif kargo pesawat.

Halaman
1234
Penulis: Budi Fatria
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved