Ghazali Abbas Adan: Kehadiran Bendungan Tiro dan Rukoh Kebutuhan Mutlak Masyarakat Pidie

ANGGOTA DPD RI Perwakilan Aceh Drs Ghazali Abbas Adan mengatakan dalam beberapa bulan terakhir dirinya

Ghazali Abbas Adan: Kehadiran Bendungan Tiro dan Rukoh Kebutuhan Mutlak Masyarakat Pidie
IST
Tokoh masyarakat Tiro Tgk Hasan Umar Tiro didampingi Senator Aceh Ghazali Abbas Adan berbicara tentang Bendungan Tiro dan Rukoh dalam pertemuan di Kantor Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (12/2). 

ANGGOTA DPD RI Perwakilan Aceh Drs Ghazali Abbas Adan mengatakan dalam beberapa bulan terakhir dirinya telah mengadakan beberapa agenda kenegaraan dan kebangsaan dengan masyarakat. Kegiatan yang bekerjasama dengan Kesbangpol Pidie itu berlangsung di Kec. Kembang Tanjong dan Kec. Sakti, Kab. Pidie. Turut dihadiri oleh para Geusyhik, Kepala Mukim, Tokoh Masyarakat, Ulama, Tokoh Muda dan Tokoh Perempuan.

“Dalam pertemuan tersebut juga selalu muncul isyu dua rencana proyek strategis nasional (PSN) di Pidie yang anggarannya cukup besar bersumber dari APBN, yakni Bendungan Tiro dan Rukoh,” kata Ghazali Abbas. Senator Aceh ini menjelaskan ketika diskusi menyentuh tentang dua PSN ini, para peserta menunjukkan semangat yang tinggi dan sangat serius menanggapi dan meresponnya.

Mereka mengharapkan kedua Bendungan itu harus terwujud dan segera menjadi kenyataan. Dimana tanpa bantuan pemerintah pusat melalui program PSN agaknya bendungan dengan anggaran yang begitu besar itu akan menjadi mimpi di siang bolongbelaka apalagi jika mengandalkan APBK Pidie.

“Semangat dan respon seperti ini juga ditunjukkan tokoh-tokoh muda Pidie yang tergabung dalam Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (Fokusgampi) Banda Aceh, sebagaimana muncul dalam beberapa kali pertemuan dengan saya di Kantor Perwakilan DPD RI di Banda Aceh,” ungkap Ghazali.

Ia menjelaskan semangat dan respon serius yang direpresentasi oleh masyarakat Kembang Tanjong (pemanfaatan Bendungan Tiro) dan masyarakat Kecamatan Sakti (pemanfaatan Bendungan Rukoh) serta Fokusgampi Banda Aceh dapat diartikan sebagai semangat dan respon keseluruhan masyarakat Pidie yang memang sangat mengandalkan sumber nafkah menunjang berbagai kebutuhan hidup dari sektor pertanian.

Dengan kenyataan demikian yang ditunjukkan masyarakat luas serta dua PSN yang sudah menjadi program pemerintah pusat, niscaya seluruh elemen masyarakat Pidie, sesuai kemampuan dan kapasitas (neuduek/maqam) masing-masing, wabil khusus Pemda Pidie sebagai perpanjangan tangan rakyat (pejabat publik, pengabdi kebutuhan rakyat banyak dan juga wakil Pemerintah Pusat) harus pro-aktif, serius, sungguh-sungguh dan transparan menunjukkan dukungannya niscaya PSN ini terwujud dan segera menjadi kenyataan.

Pertemuan di Kementerian PUPR Jakarta hadirkan Tokoh Masyarakat Tiro
Anggota Komite IV DPD RI yang membidangi keuangan ini mengungkapkan sesuai kapasitas (neudeuk/maqam) dan tupoksinya sebagai anggota parlemen Dapil Aceh dalam upaya mewujudkan dua PSN di Pidie, sudah beberapa kali mengadakan pertemuan di Kantor Direktorat Jenderal sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jakarta. Dua pertemuan didampingi pejabat Balai WilayahSungai Sumatera I dengan Dirjen SDA Kementerian PUPR Dr Ir Ni Made Sumiarsih.

Sedangkan pada pertemuan terakhir, Selasa (12/2/2019) dipimpin Kabag Perencanaan dan TU Pusat Bendungan Ditjen SDA Adi Rusman ST MT dengan peserta Kabag Bendungan Wilayah Barat Pusat Bendungan Ditjen SDA Airlangga Mardjono ST MT, Kasubbid Bendungan WilayahBarat Ditjen SDA Eko Murwanto ST MT Tech, Kabalai Wilayah Barat Sungai Sumatera I Ir T Maksal Putra MT, Kasatker BWS Sumatera I Asy’ari ST MT, PPK Perencanaan Bendungan BWS Sumatera I Nizamuddin ST MT. “Dan yang sangat penting dalam pertemuan tersebut ikut hadir dan berbicara Tokoh Masyarakat Tiro Tgk Hasan Umar Tiro didampingi komunikator masyarakat Teuku Tarmizi Cot Jaja,”jelas Ghazali.

Peran Penting Masyarakat Tiro dan Pemda Pidie
Dalam dua kali pertemuan awal dengan Kementerian PUPR, pokok pembicaraan adalah pentingnya dan sangat dibutuhkan Bendungan Tiro dan Rukoh oleh masyarakat Kab. Pidie yang hidup dan kehidupannya mengandalkan hasil pertanian. Dan ketersediaanair secara terus menerus adalah keniscayaan, sekaligus mengharapkan dua PSN itu segera dibangun. Mantan Abang Jakarta ini menjelaskan Bendungan Tiro dan Rukoh merupakan sepasang bendungan yang saling melengkapi dalam penampungan dan penyuplaian air memenuhi keperluan 18.000 hektar lahansawah pertanian di Kab. Pidie.

Areal lokasi bandungan Tiro yang relatif kacil dengan persediaan air yang melimpah, sementara Bandungan Rukohlokasi relatif basar tetapi debit airnya kecil. Dengan demikian air dari Tiro yang melimpah disuplai ke Bendungan Rukoh melalui gorong-gorong besar yang dibuat antara Tiro dan ukoh. “Terhadap Bendungan Rukoh proses pembebasan tanah sudah tuntas, kecuali beberapa pihak yang diharapkan akan tiba ilirannya.

Bahkan pada Senin (4/2/2019) telah digelar acara khenduri dan doa bersama anak yatim di lokasi Bendungan Rukoh yang dihadiri pejabat Balai Wilayah Sungai Sematera I dari Banda Aceh, Bupati Pidie Rony Ahmad, ulama dan tokohtokoh masyarakat. Berbeda dengan Bendungan Tiro yang hingga kini masih bermasalah dengan tanah lokasi apabila terjadi relokasi masyarakat yang kampungnya menjadi lokasi bendungan. Inilah yang masih dalam pembicaraan,” ujar Ghazali.

Ia menambahkan dalam pertemuan terakhir, Selasa (12/ 2/2019) selain kembali mengukuhkan komitmen pemerintah pusat agar bendungan itu tetap dibangun dengan anggaran multy years dari APBN. Yang sangat penting adalah mendengar suara/aspirasi masyarakat Tiro yang disampaikan TgkHasan Umar Tiro sebagai pihak yang sangat penting sekaitan dengan pengupayaan pembangunan Bendungan Tiro.

Ghazali Abbas menjelaskan dalam pertemuan tersebut belum melahirkan kesimpulan, tetapi diharapkan menjadi pintu masuk untuk pembicaraan selanjutnya dan akan melahirkan kesimpulan positif yang juga harapan seluruh masyarakat Pidie, yakni Bendungan Tiro dan Rukoh menjadi kenyataan. Dan ini sangat erat pula kaitannya dengan kepastian dan pentingnya pro-aktif perandan kesiapan Pemda Pidie menyediakan lahan untuk tempat relokasi masyarakat yang kampungnya menjadi Bendungan dambaan masyarakat Pidie tersebut.

Akan halnya pembangunan perumahan dan fasilitas umum sepenuhnya ditanggung Kementerian PUPR, melalui Ditjen Perumahan Rakyat dan Ditjen Bina Marga. “Adalah juga saya sebagai anggota parlemen Dapil Aceh sesuai kapasitas, kemampuan dan tupoksi akan senantisa bekerja profesional bersama elemen masyarakat lainnya dalam upaya niscya Bendungan Tiro dan Rukoh segera menjadi kenyataan, Insya Allah. Hasbunallaahu wani’mal wakiil, walaa hawla walaa quwwata illaa bil-Laahil ‘aliyyil ‘azhiim,” pungkas Ghazali Abbas

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved