Jalan Bertabur Lubang, LIRA Agara Pertanyakan Dana Pemeliharaan Jalan Kabupaten

LIRA Aceh Tenggara mempertanyakan dana pemeliharaan rutin jalan kabupaten di Agara.

Jalan Bertabur Lubang, LIRA Agara Pertanyakan Dana Pemeliharaan Jalan Kabupaten
Serambinews.com
Salah satu ruas jalan yang berlubang di kawasan Pulonas, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, mempertanyakan dana pemeliharaan rutin jalan kabupaten di Agara.

Pasalnya, jalan antarkecamatan di kabupaten itu masih bertabur lubang dan menyulitkan masyarakat melintas.

Jalan bertaburan lubang seperti di jalan Lawe Loning-Kedataran, Kute Tengah, Lawe Kinga Lapter dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Sementara, dana pemeliharaan jalan kabupaten 2018 mencapai miliaran rupiah. “Jalan mana saja yang mereka kerjakan? Ini perlu dilakukan audit dan kalau memang ada indikasi penyimpangan, ini harus dituntaskan,” kata Bupati LIRA Agara, M Saleh Selian kepada serambinews.com, Kamis (21/2/2019).

Ia juga meminta DPRK Agara membentuk Tim Pansus dan turun ke lapangan mengecek pekerjaan dari dana rutin tahun 2018 itu.

Baca: 35 Pejabat Aceh Tenggara Ikuti Seleksi Lelang Jabatan Eselon II di Medan

Baca: Jamaah Tanya Pilihan Mana yang Harus Dipilih, Ustadz Abdul Somad Geregetan Menjawab

Baca: Deretan Smartphone dengan Tingkat Radiasi Rendah, Samsung Mendominasi

PPK Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Muhammad Afrizal, yang dikonfirmasi, mengatakan dana pemeliharaan jalan 2018 sebesar Rp 1,5 miliar dan untuk jembatan Rp 1 miliar.

Ia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk perbaikan jalan, dipacing depan Kantor Camat Semadam sepanjang 120 meter, di depan SMA 120 meter, Simpang Kebun Sere, dan pacing  jalan di beberapa titik sampai ke Bandara, Kecamatan Semadam.

Selain Itu, pihaknya juga mengerjakan pembuatan tembok penahan tebing (TPT) di Kuta Ujung 80 meter, Desa Tengkute 40 meter, Kute Linge 96 meter, Lawe Kinga Lapter 110 meter, beton riqid jembatan kiri dan kanan sepanjang 150 meter dengan lebar 150 meter, Salang Alas, gorong-gorong, dan talud sepanjang lima meter, dan babat jalan Mbarung Kedataran-Salim Pipit sekali pekerjaannya selama 2018.

“Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk scraft jalan di Desa Lau Tawar-Liang Pangi, Kecamatan Leuser dan Desa Lawe Kongker dua titik pembangunan gorong-gorong dan Mbarung menuju Kuta Batu,” jelasnya.

Baca: Kecamatan Danau Paris Jadi Lumbung Pangan Kabupaten Aceh Singkil

Baca: Juventus Kalah 0-2 dari Atletico Madrid, Massimiliano Allegri Bilang Masih Mudah Dibalikkan

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Europa Malam Ini - Chelsea dan Arsenal Live di RCTI

Selain itu, juga untuk pengecatan jembatan Mbarung dan Salim Pipit, rehab jembatan Lawe Lubang, Jembatan Pulo Enggang, jembatan pantai barat, jembatan Maha Singkil dan Lawe Pinis.

Dia mengakui banyaknya jalan kabupaten yang masih rusak seperti Kute Tengah dan daerah lainnya, dan hal ini telah disampaikan kepada pimpinan daerah.

“Tahun 2019, dana rutin jalan dan jembatan mencapai Rp 3 miliar, tapi belum mulai dilakukan pekerjaan,” ungkapnya.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved