Kontaminasi Limbah Makin Menyebar, Ditemukan Senyawa Plastik Pada Telur Burung di Pedalaman Arktika

Para ilmuwan khawatir dengan jejak ftalat, zat kimia pengganggu hormon yang telah dilarang penggunaannya tersebut.

Kontaminasi Limbah Makin Menyebar, Ditemukan Senyawa Plastik Pada Telur Burung di Pedalaman Arktika
Brooke Pyke
sampah plastik 

SERAMBINEWS.COM - Senyawa plastik yang ditemukan di dalam telur burung laut yang tinggal di pedalaman Arktika, menjadi bukti terbaru dari kontaminasi limbah yang sudah mencapai ujung planet kita.

Para ilmuwan khawatir dengan jejak ftalat, zat kimia pengganggu hormon yang telah dilarang penggunaannya tersebut. 

Ftalat sendiri memang kerap ditemukan pada beberapa produk plastik. Kontaminasi pada burung laut mungkin terjadi ketika ia mengonsumsi tutup botol atau puntung rokok yang dikira sebagai makanannya.

Baca: Studi : Kasus Keracunan Makanan Akan Meningkat Akibat Perubahan Iklim

Sementara telur yang mengandung ftalat diambil dari burung fulmar utara yang tinggal di sebuah pulau di Lancaster Sound, 100 mil jaraknya dari permukiman penduduk terdekat.

Dalam studi ini, Dr Jennifer Provencher dari Canadian Wildlife Service, menguji telur-telur dari lima fulmar. Mereka menemukan ftalat di salah satu telur, dan mengingatkan bahwa masalahnya kemungkinan jauh lebih luas.

“Padahal, telur ini diambil di wilayah dengan tingkat akumulasi plastik terendah,” kata Provencher.

Baca: Profil dan Perjalanan Karir Bos Chanel dan Desainer Karl Lagerfeld

Jika sampel koloni fulmar diambil dari North Sea, di mana kadar konsumsi plastik lebih tinggi, mungkin hasilnya lebih parah dan dramatis.

Dalam studi lainnya, Dr Provencher dan rekannya, kembali meneliti telur burung fulmar dan kittiwakes hitam. Mereka menemukan jejak bahan kimia lain yang biasa disebut stabilisator dan antioksidan UV.

“Kami juga coba melihat populasi lain. Apakah mereka memiliki bahan kimia yang sama. Ternyata kami menemukan beberapa kontaminan turunan plastik yang ditransfer secara maternal ke telur. Sangat tragis,” papar Provencher.

Baca: Jelang Pemilu di Pidie dan Pidie Jaya, Polisi Update Situasi

Saat burung mengonsumsi sampah plastik, kadang itu terlalu besar untuk melewati saluran pencernaan. Pada akhirnya, sampah plastik tadi, bertahan di perut burung dan menyebarkan senyawa kimia pada telur yang mereka produksi.

Para peneliti saat ini tidak hanya khawatir pada dampak langsung plastik yang dikonsumsi hewan dan dapat ‘mencekik’ mereka, tapi juga efek turunannya yang mampu menyebabkan kematian–seperti pengaruh ftalat pada telur-telur burung.

Baca: Ilmuwan Berhasil Pecahkan Teka-teki Lama Waktu Satu Hari di Saturnus

Studi terbaru telah menemukan fakta bahwa senyawa dari plastik yang tersebar di tubuh hewan dapat mengubah perilaku mereka sehingga lebih rentan untuk diserang predator.

Artikel ini tayang pada nationalgeographic.grid.id dengan judul : Senyawa Plastik Ditemukan Pada Telur Burung di Pedalaman Arktika

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved