Makmur Budiman Ketua ISEI Banda Aceh

Makmur Budiman SE terpilih sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Banda Aceh periode 2019-2022

Makmur Budiman Ketua ISEI Banda Aceh
IST
KETUA Terpilih ISEI Banda Aceh, Makmur Budiman SE, didampingi tim formatur menyampaikan sambutan dalam rapat anggota organisasi tersebut di Auditorium Kantor Perwakilan BI Aceh, Rabu (20/2) siang. 

BANDA ACEH - Makmur Budiman SE terpilih sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Banda Aceh periode 2019-2022 dalam rapat anggota organisasi itu di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Rabu (20/2) siang. Makmur terpilih secara aklamasi setelah tim formatur yang beranggotakan sembilan orang menetapkan pengusaha Aceh tersebut untuk memimpin ISEI Banda Aceh selama tiga tahun ke depan.

Sebelum pemilihan berlangsung, ada dua nama lain yang mencuat sebagai calon ketua yaitu Mirza Tabrani (ketua lama) dan Zainal Arifin Lubis (Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh). Tapi, menjelang sidang pemilihan, kedua nama tersebut menyatakan mundur dan memberi kesempatan kepada Makmur Budiman untuk memimpin ISEI Banda Aceh.

Menurut Mirza dan Arifin, mereka mundur utk memberikan kesempatan pada pengusaha memimpin ISEI Banda Aceh. Mereka berharap, keterlibatan pengusaha dalam perhimpunan sarjana ekonomi ini bisa membuat organisasi lebih dinamis untuk berbagai kegiatan dalam membantu pengembangan ekonomi Aceh.

Rapat Anggota ISEI Banda Aceh kemarin diikuti 120 anggota yang ada di Banda Aceh dari berbagai kalangan seperti akademisi, birokrat, pengusaha, bankir, dan profesional.

Tim Formatur memberi tugas kepada ketua terpilih untuk menyusun kepengurusan lengkap selambat-lambatnya delapan hari sejak ditetapkan sebagai ketua terpilih. Selanjutnya, pengurus lengkap tersebut akan diusulkan ke pengurus ISEI Pusat untuk ditetapkan sebagai pengurus definitif.

Sementara itu, Makmur Budiman kepada Serambi setelah terpilih mengatakan, dirinya bersedia dipilih sebagai Ketua ISEI Banda Aceh karena ingin memberikan kontribusi dalam membangun Aceh. Ia menyebutkan, persoalan ekonomi Aceh cukup banyak. “Banyak persoalan ekonomi mendera Aceh, di antaranya kemiskinan, terbatasnya investasi, masih rendahnya keterlibatan swasta, dan terbatasnya industri pengolahan,” kata Makmur Budiman.

Untuk diketahui, Makmur Budiman adalah salah seorang pengusaha sukses. Mantan pegawai negeri ini putar haluan masuk bisnis dengan mengembangkan berbagai usaha mulai dari konstruksi, perdagangan, dan perkebunan.

Sebelum pemilihan ketua, Rapat Anggota ISEI Banda Aceh melaksanakan bincang ekonomi dengan menampilkan Prof Dr Raja Masbar MSc (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah) dan Zainal Arifin Lubis sebagai narasumber. Acara yang dipandu Mohd Din, Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, ini mengusung tema ‘Optimalisasi Potensi Ekonomi Aceh untuk Mengentaskan Kemiskinan.’

Menurut Raja Masbar, banyak faktor penyebab kemiskinan di Aceh. Salah satunya, keterbasan akses ekonomi dan kepemilikan aset. Untuk mengatasi kemiskinan tersebut, langkah yang bisa dilakukan antara lain membuka akses-akses ekonomi dan mendorong peningkatan pendidikan di kantong-kantong kemiskinan.

Sementara Zainal Arifin Lubis mengatakan, meski jumlah anggaran pemerintah cukup besar digelontorkan ke Aceh, namun tingkat kemiskinan di Aceh masih yang tertinggi di Sumatera. Menurut Zainal, salah satu penyebabnya adalah anggaran yang digelontorkan tidak semuanya berputar di Aceh. “Sebagian besar mengalir kembali ke luar Aceh untuk pembelian berbagai keperluan konsumsi, jasa, dan kebutuhan lainnya. Uang yang masuk ke Aceh hanya singgah sebentar pada perbankan di Aceh dan seterusnya mengalir kembali ke Medan dan Jakarta,” ungkapnya.

Karena itu, Zainal menyarankan agar Aceh memprioritaskan pengembangan usaha kecil dan menengah yang mampu menyediakan kebutuhan dasar rakyat di daerah, menciptakan nilai tambah, dan membuka lapangan kerja. “Sekalian terbuka kemungkinan produk usaha kecil dan menengah dijual ke luar daerah dan bahkan diekspor,” pungkasnya.(jal/una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved