OKI Kecam Serangan Brutal Israel ke Masjid Al-Aqsa

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengutuk tindakan pasukan Israel yang menyergap dan melakukan "serangan brutal" terhadap Masjid al-Aqsa.

OKI Kecam Serangan Brutal Israel ke Masjid Al-Aqsa
ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF
Direktur Masjid Al-Aqsha, Omar Al-Keswani (L) mengimami shalat di depan pasukan Israel, di pintu gerbang masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa yang telah ditutup oleh polisi Israel, Jumat (27/8/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengutuk tindakan pasukan Israel yang menyergap dan melakukan "serangan brutal" terhadap Masjid al-Aqsa.

OKI memperingatkan serangan-serangan tersebut dapat menyeret Israel ke dalam masalah yang lebih parah.

"Kami mengutuk serangan brutal oleh pasukan Israel terhadap Masjid al-Aqsa yang diberkahi,” ungkap pernyataan tertulis dari OKI, Rabu (20/2/2019).

Serangan semacam itu memancing emosi umat Islam, dan secara terang-terangan Israel ingin menyatakan bahwa mereka telah melanggar keputusan dan konvensi internasional, lanjut pernyataan tersebut.

OKI menekankan bahwa Israel bertanggung jawab atas konflik agama, ekstremisme, ketidakstabilan, dan serangan berulang yang merendahkan keputusan dan konvensi internasional di wilayah Palestina.

Baca: Ditawar Rp 1 Triliun oleh Israel, Pria Palestina Ini Tolak Jual Rumahnya: Saya tidak Akan Berkhianat

Baca: 7 Warga Palestina Ditangkap dalam Penggerebekan di Tepi Barat, Satu Gadis Ditembak di Kaki

Baca: Bentrokan Kembali Terjadi Antara Polisi Israel dan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Otoritas Palestina mengutuk tindakan pelanggaran yang baru-baru ini dilakukan terhadap Masjid al-Aqsa dan menyebut Israel tengah menyeret wilayah itu ke dalam konflik antar-agama.

Pihak Palestina juga memperingatkan jika pasukan Israel masih melanjutkan pelanggaran yang melawan hukum tersebut, akan ada reaksi setimpal yang akan membahayakan perdamaian di kawasan itu.

Berdasarkan pernyataan tertulis dari Kepresidenan Palestina, telah terjadi pelanggaran terhadap nilai-nilai sakral rakyat Palestina, umat Islam dan Kristiani, pemutusan tunjangan terhadap keluarga warga Palestina yang tewas akibat kekerasan tentara Israel dan keluarga tahanan Palestina di penjara Israel.

Dimana semua pelanggaran itu telah melanggar perjanjian kedua belah pihak dan hukum internasional.

Baca: Pasukan Israel yang Menyamar Serbu Masjid dan Culik Pegawai Kementerian Awqaf, Tiga Orang Terluka

Baca: Mahathir: Israel Negara Kriminal dan Pantas Dihukum

Baca: Kitab Nabi Sulaiman Benda Paling Dicari Israel, Konon Dapat Mengendalikan Manusia, Jin dan Setan

Pada hari Minggu (17/2/2019) lalu, polisi Israel merantai pintu di tangga menuju gerbang ar-Rahmat di dinding timur Masjid Al-Aqsa, yang telah ditutup sejak tahun 2003.

Sekelompok pemuda Palestina pun berkumpul di Masjid Al-Aqsa untuk mendobrak pintu tersebut.

Namun, polisi Israel langsung menahan beberapa orang muda dan menutup gerbang Harem-i Sharif untuk sementara.

Padahal, masjid al-Aqsa, yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki Israel ini, memiliki keutamaan sebagai kiblat pertama umat Islam.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved