Pemilih Aceh Berubah Lagi

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali menetapkan jumlah pemilih Aceh untuk Pemilu 2019

Pemilih Aceh Berubah Lagi
AGUSNI AH, Komisioner KIP Aceh

* Jadi 3.524.339 Jiwa

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali menetapkan jumlah pemilih Aceh untuk Pemilu 2019 yang berjumlah 3.524.339 jiwa. Jumlah tersebut ditetapkan dalam rapat pleno KIP Aceh tentang daftar tambahan pemilih tambahan (DPTb) di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Selasa (19/2).

Jumlah pemilih yang ditetapkan kali ini bertambah tidak terlalu signifikan, yakni sebanyak 565 pemilih dari jumlah yang telah ditetapkan KIP Aceh dalam rapat pleno rekapitulasi penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap dua (DPT-HP 2) Desember akhir tahun lalu yang sebanyak 3.523.774 jiwa.

Catatan Serambi, sejauh ini KIP Aceh telah melakukan penetapan jumlah pemilih di Aceh sebanyak lima kali. Pemutakhiran data pemilih dan penetapan kembali jumlah pemilih terus dilakukan seiring bertambah atau berkurangnya jumlah pemilih sesuai dengan verifikasi yang dilakukan pihak penyelenggara selama ini.

“Berkaitan dengan data pemilih yang berubah dikarenakan ada beberapa hal mendasar, salah satunya adanya alur administrasi kependudukan yang berubah,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi KIP Aceh, Agusni AH.

Menurutnya, ada enam rekomendasi daftar pemilih khusus (DPK) menjadi daftar pemilih tetap (DPT) dari panwas kabupaten/kota yakni Bener Meriah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

“Ini menyebabkan perubahan pada jumlah TPS dan jumlah pemilih DPTHP-2, di mana pemilih DPTHP-2 bertambah 528 pemilih dan TPS bertambah sejumlah 6 TPS. Dan penambahan ini dimasukan dalam DPTb,” katanya.

Agusni mengatakan, kemungkinan penambahan tersebut sesuai jadwal tahapan pasti akan terus terjadi ke depan. Namun sesuai permintaan KPU bahwa akan ada penyusunan DPTb ke-2 setelah DPTb yang ditetapkan kemarin. “Sehingga perubahan-perubahan tersebut akan diakomodir dalam rekapitulasi penyusunan daftar pemilih selanjutnya,” katanya.

Rapat pleno tersebut merupakan rapat rekapitulasi hasil penetapan DPTb dari KIP kabupaten/kota. Berdasarkan informasi dari KIP dan Panwaslih bahwa penetapan di tingkat kabupaten/kota sudah dilakukan dengan baik.

“Langkah penetapan ini juga agar terakomodirnya pemilih, dan berkaitan dengan kebutuhan logistik ke depan, sehingga dalam penetapan daftar pemilih khusus (DPK) ke depan tidak terjadi penumpukan penambahan data pemilih,” demikian Agusni AH.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved