Harga Minyak Serai Mulai Naik

Harga minyak serai wangi di Kabupaten Gayo Lues (Galus) yang sebelumnya sempat merosot tajam

Harga Minyak Serai Mulai Naik
Serambinews.com
Kebun sere wangi milik warga di kecamatan Kutapanjang Galus 

BLANGKEJEREN - Harga minyak serai wangi di Kabupaten Gayo Lues (Galus) yang sebelumnya sempat merosot tajam, beberapa hari terakhir ini mulai berangsur naik mendekati harga normalnya. Agen penampung juga mulai melakukan pembelian minyak sere hasil penyulingan masyarakat.

Informasi dari seorang agen penampung minyak sere wangi, H Samsuar, harga minyak sere wangi di Galus saat ini sudah berada di kisaran 210.000/kilogram (kg), naik dari sebelumnya Rp 150.000/kg. Kenaikan juga terjadi minyak nilam, dari harga Rp 450.000 menjadi Rp 550.000/kg.

“Harga minyak sere wangi sudah mulai naik. Para agen penampung juga sudah mulai membeli minyak sere hasil penyulingan masyarakat seharga Rp 210.000/kg,” sebutnya kepada Serambi, Kamis (21/2).

Harga minyak sere wangi memang sempat mengalami penurunan cukup tajam, dari Rp 360.000 menjadi Rp 150.000/kg. Akibatnya, para agen menghentikan pembelian dari masyarakat, buntut dari dihentikannya pembelian dari para eksportir.

“Harga minyak sere anjlok, sehingga kami tidak berani membeli dari petani, meski saat ini minyak hasil penyulingan sere wangi itu cukup banyak,” kata Mansur, salah satu agen penampung di Galus, Kamis (24/1/2019).

Menurut H Samsuar, penurunan yang terjadi beberapa waktu lalu itu karena adanya permainan para eksportir di Medan dan Jakarta. Sebelumnya dia juga pernah menyampaikan bahwa eksportir dari Medan kompak tidak membeli minyak sere wangi lagi dari Galus dan Aceh, karena komplain atas pembelian yang dilakukan eksportir dari Jakarta.

Selama ini, minyak sere wangi dari Galus memang dikirim ke Medan dan ditampung beberapa agen eksportir, di antaranya PT Karimun, PT Aroma Indo, dan PT Wali.

Untuk diketahui, luasan tanaman sere wangi di Galus mencapai 17.000 hektare, dan menjadi sumber ekonomi bagi hampir sebagian masyarakat setempat. Dengan luas tanam tersebut, Galus mampu memproduksi sebanyak 180-200 ton minyak sere wangi per bulannya.

Karena itu, tak heran jika Bupati Gayo Lues, HM Amru, memberi perhatian khusus terhadap persoalan harga minyak sere ini. Selain berniat memberikan dana talangan kepada para agen penampung, Amru juga berencana memperluas pemasaran minyak sere ke Pulau Jawa dan luar negeri. Untuk menjajaki hal itu, Amru menemui Pujo Wahana, petani sere wangi Surakarta.

Selain itu, Amru juga bertemu dengan investor asal India yang tergabung dalam Mahindra Group untuk menjajaki peluang ekspor ke negeri ‘Tuan Takur’ tersebut. “Potensi utama kita memang sere wangi, baru kopi dan terpentin. Dari 34.000 hektar perkebunan sere wangi di Aceh, 17.000 hektar ada di Gayo Lues,” sebut Amru kepad investor India.

Dalam kesempatan itu, agen penampung minyak sere wangi di Gayo Lues, H Samsuar, juga mempertanyakan janji bupati yang akan memberikan dana talangan kepada agen penampung untuk membeli minyak sere wangi dari petani.

Samsuar mengatakan bahwa dana talangan yang dijanjikan oleh Pemkab tak pernah direalisasikan. “Pemkab pernah menjanjikan akan memberikan bantuan berupa dana talangan kepada para agen penampung. Namun dana itu ternyata hanya cerita dan tinggal janji,” pungkasnya.

“Meskipun Pemkab tidak memberikan dana talangan, para agen penampung sekarang sudah mulai membeli minyak sere hasil penyulingan masyarakat,” tambahnya.

Bupati Gayo Lues, M Amru sebelumnya memang mengatakan sedang menyusun regulasi sebagai solusi terhadap merosot harga minyak sere wangi. Dalam regulasi itu akan di atur antara lain harga tampung minyak sere wangi dipatok Rp 150.000 per kilogram dengan memberikan bantuan dana talangan kepada para agen.

Meski diberikan dana talangan kepada agen penampung, tapi para agen itu tetap tidak bisa membeli dan menampung minyak sere dalam jumlah banyak. “Begitu juga dengan masyarakat, diminta jangan menjual hasil penyulingannya dalam jumlah banyak. Harus dibatasi,” kata Amru.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved