Opini

Identitas Fikih

FIKIH adalah ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum syariat Islam yang diistinbatkan (dikeluarkan) oleh mujtahid

Identitas Fikih
IST
PIMPINAN Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafie, Tgk H Usman Ibni Abdillah atau yang kerap disapa Abati Banda Dua, mempeusijuk balai pengajian Tarbiyah Islamiah di Gampong Payah Teungoh

Oleh Muhazzir Budiman

FIKIH adalah ilmu yang berbicara tentang hukum-hukum syariat Islam yang diistinbatkan (dikeluarkan) oleh mujtahid dengan cara ijtihad dari dalil-dalil tafsili. Ijtihad adalah usaha ahli fikih mengeluarkan hukum fikih dari dalil tafsili itu dengan metodologi tertentu. Ahli fikih yang melakukan ijtihad itu disebut mujtahid. Namun, tidak semua ahli fikih mampu melakukan ijtihad, karena ijtihad harus dilakukan atas ketentuan metodologi ijtihad.

Adapun kerangka metodologi ijtihad adalah menguasai dalil-dalil hukum Islam semuanya, menguasai metode menggunakan dalil-dalil itu dalam istinbat hukum, memahami realitas (idrak al-waqi’) dengan baik dan sempurna syarat-syarat mujtahid. Metodologi ijtihad itu adalah tabiat ijtihad hukum fikih yang tidak boleh tidak ada saat berijtihad.

Karena itu, umat Islam ini terbagi dua dalam hal istinbat hukum fikih yaitu orang yang bertaqlid dan mujtahid. Dan sangat sedikit yang sampai derajat mujtahid, karena kerangka metodologi ijtihad itu yang sulit dikuasai. Hal ini telah diisyaratkan dalam Alquran, “...maka bertanyalah kalian kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43).

Dalam ilmu fikih, mujtahid ada beberapa macam, yaitu: mujtahid mustaqil, mujtahid ghairul mustaqil, mujtahid muqayyad, mujtahid taarjih, dan mujtahid fatwa. Semua mujtahid itu merujuk atau bergantung pada mujtahid mustaqil dalam istinbat hukum. Hanya mujtahid mustaqil saja yang berdiri sendiri dalam istinbat hukum fikih.

Secara historis, mujtahid mustaqil yang pernah ada adalah 13 mujtahid. Semuanya ada mazhab masing-masing yang diikuti oleh banyak muqallid (orang yang bertaklid). Namun semua mazhab tersebut yang masih ada sampai sekarang adalah empat mazhab, yaitu Mazhab Syafii, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, dan Mazhab Hanbali. Selain itu hilang seiring berjalan masa, karena mazhab-mazhab itu tidak dikodifikasikan oleh pengikut-pengikutnya.

Hukum-hukum fikih ada dua macam: hukum taklifi dan hukum wadh’i. Hukum taklifi ada lima, yaitu: wajib, sunat, haram, makruh, dan mubah. Sedangkan hukum wadh’i ada lima hukum juga, yaitu: sebab, syarat, mani’, sah, dan batal. Semua hukum tersebut tidak bisa dilabelkan atas suatu realitas, kecuali hanya mujtahid-mujtahid tersebut.

Namun selain mujtahid mustaqil saat melabelkan suatu hukum atas suatu realitas, mereka tetap menisbahkannya kepada mazhab imam mereka. Karena mereka berijtihad dengan metedologi imam mereka, bukan dengan metedologi sendiri. Ini merupakan adab para ulama salaf dan ulama khallaf, dan juga merupakan suatu legalitas dan keotentikan hukum fikih bagi umat. Saya menyebutnya dengan istilah identitas fikih.

Menyebut mazhab
Pada zaman sekarang, khususnya di Indonesia masalah identitas fikih itu sudah mulai di abaikan. Sering kita medapati tulisan-tulisan tentang hukum-hukum fikih dengan tidak jelas identitas fikihnya. Bahkan ketidakjelasan identitas fikih ini pun sudah mulai terjadi dalam ceramah-ceramah, seminar-seminar, sekolah dan kuliah saat menyampaikan hukum-hukum fikih. Yang paling sayangnya lagi dalam buku-buku fikih kurikulum di sekolah, baik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) atau Madrasah Aliyah Negeri (MAN) sudah hilang identitas fikih tersebut.

Saya pernah mengajar pelajaran fikih di suatu Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS), saya mendapati pembahasan fikih dalam buku kurikulum fikih tersebut sangat tidak jelas identitas fikihnya. Bahkan hukum-hukum fikih dari luar mazhab empat pun dinukilkan di dalamnya. Tidak jarang saya mendapati suatu hukum yang di unggulkan adalah hukum di luar mazhab empat, dengan tanpa penjelasan asal usulnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved