Polisi Spanyol Tangkap 4 Aktivis Prokemerdekaan Catalan, Imbas Mogok Massal di Barcelona

Sebuah demonstrasi besar diadakan di Barcelona yang menyerukan "kemerdekaan" dan "kebebasan bagi tahanan politik".

Polisi Spanyol Tangkap 4 Aktivis Prokemerdekaan Catalan, Imbas Mogok Massal di Barcelona
ANADOLU AGENCY/BURAK AKBULUT
Unjuk rasa besar berlangsung di Columbus Square di Madrid, Spanyol pada 10 Februari 2019. Massa memprotes kebijakan pemerintah yang membangun dialog dengan partai-partai politik separatis di Catalonia. 

Polisi Spanyol Tangkap 4 Aktivis Prokemerdekaan Catalan, Imbas Mogok Massal di Barcelona 

SERAMBINEWS.COM, MADRID - Polisi di Spanyol menangkap empat aktivisprokemerdekaan Catalan, Kamis (21/2/2019).

Penangkapan ini dilakukan sehubungan dengan pemogokan umum yang dilancarkan oleh organisasi non-pemerintah Catalan yang pro-kemerdekaan, serikat pekerja, dan partai-partai politik.

Seruan mogok massal sebagai protes terhadap persidangan 12 pemimpin Catalan di ibukota negara itu, Madrid.

Baca: Ditahan Sejak 2 November, Mahkamah Agung Spanyol Segera Putuskan Nasib 10 Eks Pejabat Catalonia

Presiden Catalonia Quim Torra (2 dari kiri) meninggalkan gedung Mahkamah Agung di Madrid, Spanyol, setelah menghadiri persidangan para pemimpin Catalan yang dipenjara, pada tanggal 12 Februari 2019. 12 mantan pemimpin Catalan diadili di Mahkamah Agung Spanyol karena dituduh terlibat dalam upaya (yang gagal) untuk melepaskan diri dari Spanyol, tahun 2017.
Presiden Catalonia Quim Torra (2 dari kiri) meninggalkan gedung Mahkamah Agung di Madrid, Spanyol, setelah menghadiri persidangan para pemimpin Catalan yang dipenjara, pada tanggal 12 Februari 2019. 12 mantan pemimpin Catalan diadili di Mahkamah Agung Spanyol karena dituduh terlibat dalam upaya (yang gagal) untuk melepaskan diri dari Spanyol, tahun 2017. (ANADOLU AGENCY/BURAK AKBULUT)

Pemogokan ini membuat aktivitas warga di beberapa kota besar Catalonia terhenti, termasuk Barcelona, ​​Girona, dan Tarragona.

Setidaknya 46 orang terluka dalam demonstrasi, setelah bentrokan dengan pasukan keamanan, termasuk 16 petugas polisi dan seorang jurnalis Spanyol yang ditangkap di antara para demonstran Catalan.

Sebuah demonstrasi besar diadakan di Barcelona yang menyerukan "kemerdekaan" dan "kebebasan bagi tahanan politik".

Baca: Hari Nasional Catalonia Diwarnai Unjuk Rasa Tuntut Kemerdekaan, Massa Bentangkan Bendera Raksasa

Spanyol membubarkan parlemen Catalan setelah pemerintah Catalan mengadakan referendum kemerdekaan ilegal pada Oktober 2017.

Baca: Madrid Terbitkan Perintah Penahanan Internasional untuk Tangkap Tokoh Referendum Catalonia  

Presiden Catalonia Quim Torra berpidato selama acara, yang diselenggarakan oleh Catalonians di Brussels, Belgia pada 18 Februari 2019.
Presiden Catalonia Quim Torra berpidato selama acara, yang diselenggarakan oleh Catalonians di Brussels, Belgia pada 18 Februari 2019. (ANADOLU AGENCY/DURSUN AYDEMIR)

Baca: Referendum Catalan Ricuh  

Baca: Protes Referendum Catalan, Pendukung Real Madrid Lakukan Aksi Kontroversial

Baca: Jelang Madrid Lawan Klub Catalan, Apa Kata Zinedine Zidane soal Kemerdekaan Catalonia?

Tak lama kemudian, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menerapkan Pasal 155 konstitusi Spanyol yang memungkinkan Madrid untuk campur tangan dalam urusan internal daerah otonom negara itu.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved