Sebelas Napi Kabur dari Rutan Takengon

Sebelas penghuni Rumah tahanan negara (Rutan) Kelas IIB Takengon, Aceh Tengah, Kamis (21/2) dini hari sekitar

Sebelas Napi Kabur dari Rutan Takengon
Serambinews.com
Kepala Rutan IIB Takengon, Sugiyanto, mengamati sel karantina yang dijebol 11 tahanan untuk melarikan diri 

* Dua Orang Berhasil Ditangkap Lagi

TAKENGON - Sebelas penghuni Rumah tahanan negara (Rutan) Kelas IIB Takengon, Aceh Tengah, Kamis (21/2) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, melarikan diri dengan cara menjebol plafon dan merusak jeruji besi jendela ruang bendahara rutan setempat. Namun, dua orang di antaranya berhasil ditangkap kembali oleh polisi beberapa jam setelah mereka kabur. Penghuni Rutan yang melarikan diri tersebut terdiri atas sembilan narapidana (napi) dan dua tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Takengon.

Ironisnya, beberapa orang dari total napi yang kabur itu masa tahanannya hanya tinggal beberapa hari lagi. “Tadi pagi (kemarin-red), dua dari 11 orang yang kabur itu sudah kita tangkap kembali. Mereka ditangkap di dua lokasi terpisah, tapi masih di seputaran Takengon. Sekarang, kedunya sudah kita amankan ke Mapolres. Sedangkan sembilan orang lainnya terus kita kejar,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi, kepada Serambi, Kamis (21/2).

Disebutkan, sembilan napi yang kabur yaitu Dedi Setiawan bin Bardan, Yusriadi bin Zainuddin, Ewin AG bin M Nasir, Nurman bin Yusuf, Sukri Agus bin M Taib, Kaslanto bin Sumawardi, Ihkwan bin Ariskana, Suardi alias Adi Andong bin Jainuddin, dan Fauzi bin Hamdan. Fauzi adalah napi kasus pembunuhan yang dihukum 20 tahun penjara.

Sementara dua tahanan yang kabur yaitu Zuhri bin Jamil dan Supri Arianto bin Kamaruddin. Keduanya yang tersangkut kasus narkoba merupakan tahanan PN Takengon yang masih menunggu sidang putusan. “Dua orang yang berhasil kita tangkap kembali adalah Dedi Setiawan dan Sukri Agus. Keduanya berstatus napi,” ungkap Hairajadi.

Di tempat terpisah, Kepala Rutan Kelas II B Takengon, Sugiyanto menjelaskan, sejak dilaporkan ada 11 penghuni rutan yang kabur, pihaknya langsung berkoordinasi dengan polisi dan TNI setempat untuk memburu mereka. “Kami perkirakan kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB. Kami baru tahu pagi tadi (kemarin-red), sekitar pukul 05.30 WIB atau setelah shalat Shubuh,” kata Sugiyanto.

Menurutnya, sebelas tahanan yang kabur itu merupakan penghuni sel karantina. “Mereka melarikan diri dengan cara menggunakan kain sarung yang disambung untuk memanjat dinding. Setelah berhasil memanjat dinding, lalu mereka merusak plafon sel karantina. Dari plafon sel karantina, napi tersebut menuju ruang bendahara. Di ruang bendahara, mereka merusak jeruji jendela dan kemudian langsung kabur,” jelasnya.

Ditambahkan, kaburnya belasan penghuni Rutan tersebut tidak diketahui oleh petugas. Padahal, sebutnya, saat kejadian itu ada tujuh petugas yang menjaga mereka. “Tak ada yang tahu, sebab mereka lari melalui plafon dan masuk ke ruang bendaraha yang memang tidak ada orangnya,” timpal Sugiyanto.

Ia juga menjelaskan, Rutan Kelas IIB Takengon idealnya dihuni oleh sekitar 115 orang. Namun, kini ada 465 orang yang terdiri atas napi dan tahanan titipan yang ditahan di Rutan tersebut. Sedangkan petugas jaga atau sipir hanya tujuh orang. “Penghuni yang kabur itu ditempatkan di sel karantina. Di sel tersebut selama ini ada 28 orang yang ditahan,” ungkapnya.

Berhasilnya napi dan tahanan tersebut kabur dari Rutan Takengon, tambah Sugiyanto, diduga karena sistem keamanan masih lemah. Buktinya, meski ditahan di ruang karantina yang memiliki sistem keamanan lebih baik dari ruang lain, namun napi tetap berhasil melarikan diri. “Di atas plafon memang sudah dipasang jeruji besi. Tapi, mungkin tidak terlalu kuat sehingga gampang dirusak oleh tahanan,” tambah Sugiyanto.

Amatan Serambi, antara ruang sel karantina dengan ruang kantor bendahara atapnya tersambung. Sehingga napi bisa dengan mudah melarikan diri. Selain itu, beberapa ruangan yang sempat dilintasi napi untuk kabur, plafonnya sudah dirusak. “Tahanan tersebut juga membawa kabur dua laptop yang disimpan di ruang bendahara,” pungkasnya.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved