8 Honorer K2 Gugur

Sebanyak delapan dari 89 honorer kategori dua (K2) kategori guru gagal mengikuti tes penerimaan Pegawai Pemerintah

8 Honorer K2 Gugur
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Warga melihat pengumuman hasil kelulusan calon pegawai negeri sipil di kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Pidie, Selasa (8/1/2019). 

* Tak Penuhi Syarat Ijazah  

* 119 Peserta Ikut Tes P3K Hari Ini

BLANGPIDIE - Sebanyak delapan dari 89 honorer kategori dua (K2) kategori guru gagal mengikuti tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) alias P3K karena gugur dalam proses verfikasi berkas administrasi.

Pasalnya, kedelapan guru honorer itu tidak memenuhi persyaratan ijazah atau pendidikan seperti disyaratkan dalam Surat Kemenpan RB RI Nomor: B/013/FP3K/M.SM.01.00/2019 tanggal 4 Februari 2019 yang menetapkan persyaratan penerimaan P3K untuk tenaga guru antara lain berijazah S1. Sedangkan, 8 peserta yang sudah berhasil mendaftar secara online itu hanya berijazah D-II.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT menjelaskan, Pemkab sudah berusaha memperjuangkan sampai ke Kemenpan RB di Jakarta agar para honorer K2 yang berijazah D-II tetap bisa diterima mengikuti seleksi penerimaan P3K Tahap I 2019.

Bukan cuma itu, ujarnya, Pemkab juga mengajukan permintaan agar jadwal pendaftaran peserta seleksi P3K bisa diperpanjang. “Namun perjuangan kita tidak berhasil. Pemerintah pusat tetap pada persyaratan dan jadwal pendaftaran yang sudah ditetapkan,” ujar Muslizar kepada Serambi, kemarin.

Oleh sebab itu, ucap Wabup, dari 127 tenaga honorer K2 di Abdya yang berhasil mendaftar sebagai peserta seleksi P3K Tahap I Tahun 2019, hanya 119 orang lulus verifikasi administrasi dan berhak mengikuti tes yang dijadwalkan berlangsung, Sabtu (23/2) hari ini, di SMA Negeri 1 Blangpidie.

Sistem seleksi, jelasnya, menggunakan CAT (Computer Asissted Test) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dua sesi
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, drh Cut Hasnah Nur, melalui Kabid Pengembangan dan Sumber Daya Manusia, Rahmad Sumedi SE saat dihubungi Serambi, Jumat (22/2), menerangkan, ujian tertulis calon P3K di SMAN 1 Blangpidie, hari ini, diikuti 119 tenaga honorer K2, terdiri dari 81 tenaga pendidikan (guru) dan 38 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THLTB) Penyuluh Pertanian.

Seleksi menggunakan CAT UNBK itu, sebutnya, dilaksanakan dalam dua sesi, pertama dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.15 WIB, dengan diikuti 60 peserta. “Sisanya 59 peserta mengikuti tes sesi kedua yang dimulai pukul 13.15 WIB sampai pukul 15.15 WIB,” urainya. Seleksi ini, ungkapnya, akan diawasi guru di sekolah bersangkutan dan pejabat dari BKPSDM Abdya. Sedangkan, hasil seleksi direncanakan akan diumumkan pada 1 Maret mendatang.

Dilarang Bawa Handphone
Lenih lanjut, Kabid Pengembangan dan Sumber Daya Manusia BKPSDM Abdya, Rahmad Sumedi SE menegaskan, peserta tes tulis calon P3K dilarang membawa masuk handphone (HP) ke dalam ruangan ujian. Selain untuk mencegah kecurangan, larangan ini juga bertujuannya agar konsentrasi peserta ujian tidak terganggu dengan suara dering HP.

Di sisi lain, beber Rahmad Sumedi, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi gangguan listrik saat tes berlangsung. Untuk itu, Pemkab Abdya telah menyurati PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blangpidie agar tidak melakukan pemadaman arus ketika pelaksanaan seleksi pada hari ini. “Permintaan ini dikarenakan di SMAN 1 Abdya, meskipun tersedia generator set (genset), namun pasokan arus kurang maksimal,” tukasnya.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved