Tafakur

Dosa Elitis

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dikategorikan dalam berbagai golongan. Umumnya penggolongan itu berdasarkan kemampuan

Dosa Elitis
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa dikurangi dosa mereka sedikit pun juga” (HR. Muslim).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dikategorikan dalam berbagai golongan. Umumnya penggolongan itu berdasarkan kemampuan, termasuk kemampuan melakukan dosa. Ada orang yang dari kelas rendah, sedang, dan bahkan termasuk kelas elit dalam melakukan dosa.

Dikatakan kelas elit karena kemampuannya yang tinggi dalam melakukan dosa. Sekali melakukan perbuatan dosa, dua tiga dosa lain diperoleh. Bahkan perbuatan berdosa dilakukan secara profesional, berkelompok dan berjaringan.

Tentunya banyak sekali contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kutipan liar yang dilakukan oleh pihak tertentu, yang bahkan membudaya pada institusi tertentu. Walaupun sudah mengetahuinya, pemimpin yang seharusnya mencegahnya malah membiarkannya karena hal itu sudah dianggap biasa dan juga karena ikut menikmati keuntungannya.

Padahal itu mengalirkan dosa berlapis. Mulai dari dosa karena membiarkan terjadi kemungkaran walau berkuasa untuk mencegahnya, ikut menikmatinya, menganggap remeh suatu dosa, dan ikut memberi contoh buruk terhadap bawahannya yang kelak akan menjadi atasan dan melakukan hal yang sama. Rantai dosa tersebut akan sulit diputuskan, karena sudah tercipta zona aman di hati ketika melakukannya. Bahkan rantai dosa itu tak akan terputus walau pelakunya sudah remuk terkubur ribuan tahun.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved