Remaja 13 Tahun Ini Klaim Ciptakan Reaktor Nuklir, Jadi Pakar Termuda di Dunia
Seorang remaja dari Amerika Serikat ( AS) dilaporkan menjadi pakar termuda di dunia karena sukses menciptakan reaktor nuklir.
SERAMBINEWS.COM, MEMPHIS - Seorang remaja dari Amerika Serikat ( AS) dilaporkan menjadi pakar termuda di dunia karena sukses menciptakan reaktor nuklir.
Jackson Oswalt yang berasal dari Memphis mengklaim berhasil membangun reaktor nuklir tersebut tatkala usianya masih menapak 13 tahun.
Kelompok Konsorsium Penelitian Open Source Fusor dikutip The Guardian Jumat (22/2/2019) mengakui prestasi Oswalt yang mendirikan reaktor itu pada Januari 2018.
"Bagi kalian yang belum melihat unggahan saya, akan sangat mengejutkan ketika melihat fusi. Bahkan saya tak percaya," ucap Oswalt di situs Fusor.
Selama satu bulan, Oswalt mengatakan dia sudah membuat perkembangan yang luar biasa, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Remaja yang kini berumur 14 tahun itu membangun reaktor tersebut dari mesin penyedot, pompa, dengan pengerjaannya dilakukan di dalam kamar tidunya.
Baca: Ini Dua Nama Calon Pengganti Sandiaga Uno Untuk Wagub DKI Jakarta, Besok Diserahkan ke Anies
Baca: Tes Pramusim MotoGP 2019 - Vinales Senang Bukukan Waktu Tercepat, Rossi Kelima, Marquez Posisi 10
Dikutip London Evening Standard, Oswalt memulai proyek tersebut saat berumur 12 tahun dengan memperoleh informasi yang dia butuhkan dari internet.
Kreasi reaktor nuklir itu memungkinkan Oswalt menubrukkan atom secara paksa dan melepaskan sejumlah besar energi.
Kepada Fox News, dia menuturkan memulai proyek pembangunan dengan mempelajari apa saja yang sudah dilakukan penemu reaktor sebelumnya.
Berbekal dari pengalaman penemu itu, dia mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan.
Kebanyakan dia membeli melalui eBay.
Oswalt mengaku kadang mendapatkan suku cadang yang tak sesuai kebutuhannya.
"Jadi saya harus memodifikasinya agar sesuai," terangnya.
Dia mengaku mendapatkan bantuan dari orangtuanya yang menyuntikkan dana hingga 10.000 dollar AS, atau sekitar Rp 140,4 juta.
Sang ayah, Chris Oswalt yang bekerja di sebuah perusahaan peralatan medis berkata, dia sama sekali tak tahu apa yang dikerjakan putranya.