11 Titik Longsor Ancam Pengendara

Lintas Bireuen-Takengon mulai Km 12 hingga Km 26, Kecamatan Juli, Bireuen, terdapat 11 titik longsor

11 Titik Longsor Ancam Pengendara
SERAMBI/FERIZAL HASAN
RUAS jalan nasional Bireuen-Takengon, Km 17 di kawasan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen, longsor dan rawan kecelakaan. Foto diambil Minggu (24/2). 

* Lintas Bireuen-Takengon

BIREUEN - Lintas Bireuen-Takengon mulai Km 12 hingga Km 26, Kecamatan Juli, Bireuen, terdapat 11 titik longsor. Kondisi tersebut sangat rawan kecelakaan.

Pantauan Serambi, Minggu (24/2), ke-11 titik longsor itu berada di Km 12 dan 13 Desa Teupin Mane. Kemudian, di lintasan Desa Krueng Simpo ada sembilan titik yaitu Km 17, dan 20. Lalu, di Km 23 terdapat dua titik longsor. Sementara di Km 24 dua titik, Km 25 satu titik, dan Km 26 dua titik.

Beberapa titik longsor itu sebagian jalannya telah ambruk ke jurang yang dalamnya diperkirakan mencapai 5-10 meter. Setiap kendaraan yang melintas di kawasan longsor itu, terlihat sangat berhati-hati.

Mereka mengurangi laju kendaraannya. Jika ada mobil yang datang dari dua arah, salah satunya terpaksa harus berhenti lebih dulu. Karena, tidak bisa dilintasi dua mobil dan tidak bisa saling mendahului. Namun, semua titik longsor itu telah dipasang police line.

Begitu juga pengendara sepeda motor juga mengurangi laju sepmornya saat melintas di kawasan longsor. Mereka sangat berhati-hati. Apalagi hampir semua titik longsor itu berada di tikungan tajam, dan jalan berkelokan.

Wahyudi (30), seorang pengendara sepeda motor kepada Serambi mengatakan, akibat masih banyaknya titik longsor yang belum diperbaiki di lintas Bireuen-Takengon, para pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil sangat was-was.

“Kalau kita tidak hati-hati bisa terjebak longsor. Apalagi malam hari kawasan longsor itu gelap tidak ada lampu jalan,” lapor Wahyudi.

Keuchik Krueng Simpo, Safrizal mengatakan, ada sembilan titik longsor yang masuk dalam kawasan desanya yang harus segera ditanggulangi. “Longsor tambah parah saat musim hujan dan sangat sering terjadi kecelakaan,” katanya.

Warga setempat dan pelintas sangat mengharapkan kepada pemerintah atau pihak terkait, untuk segera memperbaiki sejumlah titik longsor tersebut. “Kami berharap pemerintah serius menangani longsor d jalan Bireuen-Takengon. Sehingga, tidak membahayakan bagi warga yang setiap hari melintasinyta,” harap Safrizal.

Kerusakan dan longsor pada sejumlah lokasi di lintasan Bireuen-Takengon sudah dalam program perbaikan. Bahkan, sebagian sudah dikerjakan dan ada yang akan dikerjakan dalam minggu depan.

Demikian disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bireuen– Takengon Dinas Cipta Karya Aceh, Hengki Hermawan kepada Serambi menyangkut penanganan perbaikan ruas jalan Bireuen-Takengon yang mengalami rusak berat, dan longsor.

Disebutkan, ada beberapa lokasi badan jalan amblas dan lonsor sudah ditangani beberapa waktu lalu. Yakni baik pengaspalan, penimbungan termasuk memasang tebing pengaman di beberapa tempat. Seluruh kerusakan tersebut sudah masuk dalam program perbaikan tahun ini. “Ada yang diperbaiki minggu depan dan ada juga yang sudah diprogramkan untuk penanganan lebih baik,” ujar Hengki Hermawan.(c38/yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved