Droe Keu Droe

Pelayanan Samsat Aceh Masih di Luar Harapan

AWAL Januari 2019, saya mengurus perpanjangan STNK kendaraan saya di Samsat, ada beberapa hal yg ingin saya

Pelayanan Samsat Aceh Masih di Luar Harapan
ILUSTRASI - Warga antre untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kantor Bersama Samsat Banda Aceh di Jalan Mr Tgk H Mohammad Hasan Lamcot, Banda Aceh. 

AWAL Januari 2019, saya mengurus perpanjangan STNK kendaraan saya di Samsat, ada beberapa hal yg ingin saya sampaikan melalui rubrik ini:

1. Jumlah pajak kendaraan yang saya bayarkan Rp 1.538.700, uang yang saya berikan Rp 1.600.000, namun uang yang dikembalikan ke saya cuma Rp 60.000, ada selisih Rp 1.300, memang uang nya kecil, akan tetapi apabila banyak yang mengalami tersebut, tentu uangnya akan banyak.

Untuk itu, saya usul agar dimasukkan item infak di nota pajak dan uang lebihnya bisa diinfak saja. Jadi lebih jelas status Rp 1.300 nya, seperti kita belanja di minimarket, ada item infak/donasi di struk pembayarannya, sehingga satu rupiah pun bisa dipertanggungjawabkan.

2. Saya juga harus melakukan cek fisik kendaraan (gesek), di pos tersebut harus mengeluarkan uang Rp 30.000 tanpa kwitansi. Bukankah sebagai wajib pajak itu sudah termasuk layanan? Seharusnya gratis
dunk, atau kalaupun bayar dimasukkan saja itemnya di nota pajak, biar jelas! Masa di setiap pos saya harus bayar.

Kemudian kendaraan saya diharuskan BBN, karena nama di STNK milik orang lain, diharuskan gesek lagi, bayar lagi Rp 30.000. Lelah saya pak kalau urusannya seperti ini.

3. Saya harus ambil berkas di Lamteumen, karena STNK ganti nama pemiliknya. Pas ambil berkas di gudang tersebut, harus bayar Rp 100.000 lagi, tanpa kwitansi juga. Itu pun harus tunggu lagi di Lamteumen karena petugasnya tidak ada di tempat, huff...

4. Kemudian dari Lamteumen harus balik lagi ke Samsat Batoh. Usul pak, dijadikan satu atap aja tempatnya. Jadi masyarakat tidak bolak balik, biar lebih efisien. Masa hari gini, masyarakat masih dibuat susah.

Demikian, semoga ada perubahan di lain waktu, dan apa yang telah saya alami, tidak dialami oleh pihak lain, dan juga agar petugas di Samsat Aceh menerima rezeki yang halal. Saya telah menyampaikan, di akhirat nantinya bisa saya pertanggungjawabkan, saling menasihati dalam kebaikan, saling menasehati dalam kebenaran.

Nama dan alamat penulis diketahui redaksi

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved