Tim Unsyiah Survei Jembatan Ulee Raket

Tim independen dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dilaporkan pada Senin (25/2), turun ke lokasi

Tim Unsyiah Survei Jembatan Ulee Raket
SERAMBI/RIZWAN
Warga dari 13 desa di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Barat gotong royong menyemen jembatan Ulee Raket, Kaway XVI yang roboh dan miring untuk dapat dilintasi 

* Sikapi Kisruh Lokasi Pembangunan Jembatan Baru

MEULABOH - Tim independen dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dilaporkan pada Senin (25/2), turun ke lokasi jembatan rangka baja Ulee Raket, Kecamatan Kaway VI, Aceh Barat. Tim yang beranggotakan dua orang itu memastikan terhadap layak tidaknya pembangunan kembali jembatan baru di lokasi semula.

Turunnya tim survei dari Unsyiah tersebut merupakan lanjutan dari survei tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, beberapa pekan silam. Kedatangan tim Unsyiah ke lokasi turut didampingi Muspika Kaway XVI. “Ada dua orang tim dari Unsyiah turun hari ini (kemarin-red), ke lokasi jembatan Ulee Raket,” kata Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Samsul Rijal ST kepada Serambi, kemarin.

Samsul menjelaskan, sebagai tim independen, hasil survei tim Unsyiah tersebut nantinya akan dipadukan dengan hasil survei tim Dinas PUPR Aceh Barat yang sudah duluan turun. Tim survei Unsyiah itu terdiri dari ahli soal jembatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim survei dari Dinas PUPR Aceh Barat pada 12 Februari 2019, turun ke lokasi jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI. Tim diturunkan untuk memastikan layak atau tidaknya dibangun kembali jembatan antarkecamatan itu pada lokasi semula.

Survei kelayakan ini merupakan hasil rekomendasi dari pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan seluruh keuchik dari Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen di Aula Mapolres Aceh Barat pada Senin (11/2) siang. Pertemuan yang digagas Polres Aceh Barat bersama Kodim 0105 itu untuk meredam ancaman konflik sesama warga terkait penempatan lokasi pembangunan jembatan baru yang memicu perbedaan pendapat.

Lebih lanjut, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Samsul Rijal ST memaparkan, hasil survei dan kajian tim independen dari Unsyiah yang dipadukan dengan hasil survei tim PUPR akan menjadi acuan dalam penentuan areal pembangunan jembatan baru, yakni apakah tetap di lokasi semula di posisi jembatan roboh dan miring atau dipindahkan ke lokasi baru yang direncanakan di Keuramat, Kecamatan Kaway XVI. “Intinya, hasil survei PUPR dan tim independen akan disatukan,” pungkas Samsul Rijal.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved