Badan Jalan Tol Baru Tuntas 9,4 Km

PT Hutama Karya bersama PT Adi Karya selaku penanggung jawab dan pelaksana pembangunan proyek jalan tol Aceh

Badan Jalan Tol Baru Tuntas 9,4 Km
SERAMBI/HERIANTO
WAKIL Ketua DPRA, Sulaiman Abda meninjau lahan untuk jalan tol Banda Aceh-Sigli, di Desa Lampanah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (26/2). 

* Rp 177 M Uang Pembebasan Lahan belum Dipakai

BANDA ACEH - PT Hutama Karya bersama PT Adi Karya selaku penanggung jawab dan pelaksana pembangunan proyek jalan tol Aceh, ruas Banda Aceh-Sigli, sampai kini baru menuntaskan sepanjang 9,4 km badan jalan tol dari total 74 km yang akan dibangun.

“Target yang akan kita bangun dan fungsionalkan pada tahun ini sekitar 14 km, dari Blang Bintang ke Indrapuri, “ kata Staf Engeneering PT Adhi Karya, Mufrinal, kepada Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, saat meninjau lokasi pembentukan badan jalan tol Sigli-Banda Aceh, di Desa Lampanah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (26/2).

Mufrinal mengatakan, dari 14 km badan jalan tol yang akan dibangun tahun ini, yang sudah dibentuk badan jalan sepanjang 9,4 km, sedangkan 3 km belum bisa dikerjakan karena masih ada tanaman padi. Sisanya sepanjang 1,6 km lagi sedang dalam pekerjaan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, kata Mufrinal, PT Hutama Karya selaku penanggung jawab proyek dan PT Adhi Karya selaku pelaksana konstruksi, selalu melibatkan perusahaan lokal.

Misalnya untuk pembangunan box culver dan jembatan beton ukuran 50-100 m, kata Mufrinal, pihaknya bermitra dengan pengusaha lokal. Bahan material seperti pasir, batu kerikil dan lainnya, yang digunakan untuk pekerjaan pembangunan badan jalan, box culver, dan jembtan beton, menggunakan bahan material lokal.

“Kita memasok bahan material dari luar Aceh, jika barangnya tidak ada di Aceh. Misalnya besi ulir, sedangkan semen, tetap dibeli dari pabrik semen andalas di Lhoknga dan semen padang,” kata dia.

Terkait pembebasan tanah, Kasatker pembebasan tanah jalan Tol Aceh, ruas Banda Aceh-Sigli, Alvisyah, mengatakan, dari Rp 350 miliar dana talangan untuk pembayaran pengadaan tanah jalan tol ruas Banda Aceh-Sigli yang disediakan PT Hutama Karya, baru terpakai Rp 172,54 miliar. Masih ada sekitar Rp 177 miliar lagi dana talangan untuk pembebasan tanah milik PT Hutama Karya yang belum terpakai.

Luas tanah yang sudah dibebaskan atau telah dibayar, sebut Alvi, sudah mencapai 207,76 hektare dari 855,7 hektar yang dibutuhkan. Persentase tanah yang sudah dibebaskan mencapai 24,27 persen, atau 993 bidang dari 3.645 bidang tanah yang mau dibebaskan.

Ada beberapa bidang tanah, ungkap Alvi, masih tahap kasasi dan sengketa keluarga. Tahap kasasi ada 14 bidang, sengketa internal keluarga 22 bidang. Selain itu, ada 17 bidang tanah wakaf dan 11 bidang tanah milik desa dan 1 bidang milik TNI AU.

Pihak Kasatker Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh, kata Alvi, saat ini sedang menunggu usulan pembayaran tanah yang kelangkapan administrasinya sudah lengkap 100 persen dari BPN Aceh. “Sampai kini belum ada penyerahan bidang tanah yang baru dari Kanwil BPN Aceh, yang mau diusul dibayar dan kita masih menunggunya,” ujar Alvi.

Menanggapi penjelasan dari Kasatker Pengadaan Tanah, Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda mengatakan, dirinya akan mempertanyakan ke BPN Aceh terkait belum adanya penyerahan berkas tanah masyarakat yang baru untuk usulan pembayaran kepada Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Aceh.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved