Kelangkaan Pupuk Mulai Teratasi

Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang terjadi dalam tiga pekan terakhir

Kelangkaan Pupuk Mulai Teratasi
SERAMBI/ZAINUN YUSUF
PEKERJA memuat ratusan ton pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, ZA, SP-36, dan pupuk organik di Gudang Penyangga Lini III PT Petro Kimia Gresik di Blangpidie, Rabu (27/2). 

* Pertani Salurkan 191 Ton Pupuk Bersubsidi

BLANGPIDIE - Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang terjadi dalam tiga pekan terakhir, mulai teratasi. Pasalnya, PT Pertani (Persero) selaku distributor telah menyalurkan 191 ton pupuk jenis NPK Ponska, ZA, SP-36, dan pupuk organik ke kios pengecer resmi di enam kecamatan dalam kabupaten itu, Rabu (27/2).

Data yang didapat Serambi, 191 ton pupuk bersubsidi yang disalurkan itu terdiri dari 90 ton NPK Phonska, 36 ton SP-36, 48 ton ZA, dan 17 ton pupuk organik. Empat jenis pupuk tersebut diangkut dari Gudang Penyangga Lini III PT Petro Kimia Gresik (PKG) di Gampong Keude Paya, Blangpidie menuju kios pengecer di enam kecamatan, yaitu Blangpidie, Susoh, Jeumpa, Kuala Batee, Babahrot, dan Tangan-Tangan.

Pengangkutan pupuk bersubsidi itu disaksikan Kepala Gudang Penyangga Lini III PT PKG di Blangpidie, Syahidin, dan Kepala PT Pertani Perwakilan Abdya, Safrizal, serta Pengawas Lapangan PT PKG, Rizwan. “Penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 191 ton ini untuk mengatasi kelangkaan pupuk di enam kecamatan,” kata Kepala PT Pertani Perwakilan Abdya, Safrizal kepada Serambi, Rabu kemarin.

Safrizal menjelaskan, penyaluran dilakukan setelah PT PKG selaku produsen menerbitkan nomor SO (sales order), disusul kemudian distributor PT Pertani mengeluarkan surat perintah angkut pupuk dari Gudang Penyanggga Lini III PT PKG di Blangpidie menuju kios pengecer resmi di enam kecamatan. “Jumlah pupuk bersubsidi yang kita salurkan ini setelah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya,” ungkapnya.

Dia memaparkan, hasil berkoordinasi dengan Distanpan Abdya akhirnya diputuskan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan dengan berpedoman pada alokasi bulanan per kecamatan. “Jadi, tidak bisa dipaksakan pasokannya karena dikhawatirkan ke depan akan terjadi kekosongan stok. Malahan, pupuk bersubsidi disalurkan ini sudah termasuk alokasi untuk bulan Maret,” ungkapnya.

Diserbu petani
Dipasoknya pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36, dan ZA disambut gembira para petani. Tak heran, mereka segera ‘menyerbu’ kios-kios pengecer begitu mendapat kabar pupuk bersubsidi sudah disalurkan distributor, Rabu (27/2) kemarin.

Banyaknya petani yang membeli pupuk bersubsidi, diperkirakan suplai PT Pertani itu tidak bertahan lama atau ludes dalam dua hari. Terlebih lagi, dari 39 kios pengecer di enam kecamatan, tidak seluruhnya mendapat penyaluran pupuk. Perwakilan PT Pertani Abdya, Safrizal membenarkan, bahwa tidak semua kios pengecer mendapat pasokan pupuk bersubsidi. Meski begitu, sebut dia, setiap kecamatan mendapat alokasi pupuk bersubsidi itu.

Safrizal meminta, para kios pengecer untuk tetap berpedoman kepada RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang sudah ditetapkan Distanpan Abdya saat memenuhi permintaan pupuk bersubsidi dari petani. “Ini penting karena alokasi pupuk bersubsidi terbatas dan diberikan untuk dua kali musim tanam,” tukasnya.

Sementara itu, tiga kecamatan di Abdya meliputi Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, dan Setia, hingga Rabu kemarin, dilaporkan masih langka pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36, dan ZA. Sebab, distribusi pupuk bersubsidi untuk ketiga kecamatan itu bukan di bawah kewenangan PT Pertani, melainkan wilayah kerja PT Meuligoe Raya.

Seperti diketahui, distribusi pupuk bersubsidi untuk sembilan kecamatan di Abdya dipegang dua distributor yang telah ditetapkan PT Petro Kimia Gresik selaku produsen produk. PT Pertani menyalurkan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36, ZA dan organik ke kios pengecer resmi di Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Blangpidie, Susoh, dan Tangan-Tangan. Sedangkan, untuk tiga kecamatan lainnya, yakni Setia, Manggeng, dan Lembah Sabil, ditangani PT Meuligoe Raya. Selain menjadi distributor produk PT Petro Kimia, PT Meuligoe Raya juga ditetapkan sebagai distributor tunggal penyaluran pupuk bersubsidi jenis Urea oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Terkait masih langkanya pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36, dan ZA di Lembah Sabil, Manggeng, dan Kecamatan Setia, Kepala Distanpan Abdya, drh Nasruddin saat dihubungi Serambi, Rabu sore, mengharapkan, PT Meuligoe Raya selaku distributor agar segera menyalurkan ketiga jenis pupuk bersubsidi itu ke kios pengecer di tiga kecamatan tersebut.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved