PTUN Menangkan Bupati Nagan Raya atas Gugatan Mantan Keuchik Pulo Ie

Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh menolak seluruh gugatan mantan keuchik Gampong Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya,

PTUN Menangkan Bupati Nagan Raya atas Gugatan Mantan Keuchik Pulo Ie
Mantan Keuchik Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya R Medi TS memperlihatkan surat gugutan yang sudah dilayangkan ke PTUN Banda Aceh dan SK pemberhentiannya Sabtu (13/10), di salah satu warkop di Meulaboh. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh menolak seluruh gugatan mantan keuchik Gampong Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, R Medi TS, terhadap Bupati Nagan Raya, Jamin Idham.

Putusan itu dibacakan dalam sidang pamungkas di pengadilan setempat oleh Ketua Majelis Hakim, M Yunus Tazrian SH, dan hakim anggota, Fandy Kurniawan Pattiraja SH MKn dan Miftah Saad Caniago SH MH, Kamis (28/2/2019).

Sebelumnya, Medi mengajukan gugatan ke PTUN Banda Aceh karena tidak dipecat dari jabatan keuchik oleh Bupati Nagan Raya. Bupati menuding Medi telah menyalahgunaan wewenang dan terlibat dalam politik praktis.  

Asisten I Setdakab Nagan Raya, Zulfika SH seusai sidang mengatakan putusan majelis hakim PTUN telah menguatkan keputusan Bupati Nagan Raya Nomor 141/06/Kpts/2018 tanggal 16 Juli 2018 yang memberhentikan R Medi  TS.

Baca: Husni Bahri TOB Gugat Keputusan Presiden ke PTUN Jakarta, Terkait Kasus Ini

Baca: Lagi, Bupati Aceh Barat Kalah di PTUN

Baca: PTUN Tolak Gugatan Mantan Keuchik Latong Terhadap Bupati Nagan Raya

Baca: Tiga Kali Sudah Bupati Aceh Barat Kalah di PTUN

Pada sidang kemarin, Zulfika didampingi Abdul Hadi SH selaku Jaksa Pengacara Negara pada Kejari Nagan Raya, serta Said Atah SH MH dan Agus Jalizar SH, kuasa hukum Bupati Nagan Raya dari Kantor Advokat SATA Lawyers.

Sementara Kuasa Hukum Bupati, Said Atah dan Agus Jalizar  menyampaikan putusan tersebut telah sesusai harapan pihaknya. Majelis hakim telah memutuskan berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan dalam persidangan.

Secara terpisah, Kuasa Hukum R Medi TS atau Penggugat, Dyna Sofya SH CPL tidak menerima putusan tersebut. Menurutnya, putusan majelis hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta persidangan dan ahli yang dihadirkan pihaknya.

“Kami merasa kecewa dengan putusan itu. Karena berdasarkan fakta persidangan, SK pemberhentian klien kami yang dikeluarkan Bupati cacat hukum. Kita tidak puas dengan putusan tadi,” katanya.

Menurutnya, pemecatan itu dilakukan Bupati tanpa melalui prosedural sebagaimana diatur dalam perundang-undangan, di antaranya tidak adanya teguran. Selain itu, tudingan bahwa kliennya terlibat politik praktis juga tidak terbukti.

Karena itu, lanjut Dyna, pihaknya akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan.

“Besok (hari ini) kita akan ajukan memori banding,” pungkas Dyna. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved