Bocah Hidrosepalus Butuh Bantuan

Al-Farisi (5 tahun), bocah asal Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat sudah lima tahun menderita

Bocah Hidrosepalus Butuh Bantuan
IST
PASIEN Hidrosepalus (pembesaran kepala), Al-Farisi (5 tahun), warga Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat saat masih dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Senin (25/2). Saat ini, bocah dari keluarga tidak mampu itu sudah dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh pada Selasa (26/2).

MEULABOH – Al-Farisi (5 tahun), bocah asal Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat sudah lima tahun menderita penyakit hydrocephalus (pembesaran kepala). Bocah dari keluarga kurang mampu itu pada Selasa (26/2), sudah dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut setelah sempat dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, bocah Al-Farisi menderita penyakit itu sejak berusia 3 bulan sehingga kondisi badannya terus kurus dan mengalami gizi buruk. Karena kondisi keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan, mereka sangat berharap bantuan dari para dermawan, apalagi selama ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Al-Farisi sendiri merupakan anak pertama dari pasangan Safriadi (30) dan Mely Puspita Sari (24). Dia memilik adik perempuan yang kondisinya sehat dan normal. Safriadi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan selama ini menetap di rumah familinya di desa tersebut.

Kepada Serambi (27/2) kemarin, Safriadi menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan dokter, anaknya mengalami sejumlah penyakit. Sedangkan pembesaran kepala dialami Al-Farisi sejak berusia 3 bulan. “Dulu pernah saya bawa ke rumah sakit bahkan hingga ke Banda Aceh, tetapi karena ketiadaan dana sehingga tidak berobat lagi,” jelasnya.

Namun, sejak empat hari terakhir, Al-Farisi mengalami sakit parah sehingga dilarikan ke RSUD Cut Nyak Dhien. “Ada empat hari dirawat di RSUD. Dokter menyarankan dibawa ke RSU Zaenal Abidin,” ucap Safriadi.

Ia berharap anaknya bisa sembuh kembali dan normal seperti anak-anak yang lain. Ia juga mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah untuk pengobatan anaknya tersebut. “Kalau dibantu, alhamdullilah. Tapi sejauh ini belum pernah ada,” ungkap Safriadi yang mengaku asli putra asal Aceh Barat.

Sementara itu, anggota DPRA asal Aceh Barat, Zaenal Abidin pada Senin (25/2) lalu, sempat menjenguk Al-Farisi ketika dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. “Kita berharap, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat memberikan perhatian serta membantu dalam proses pengobatan bocah Al-Farisi,” ucapnya. Menurut Zaenal, keluarga Safriadi sangat berharap bantuan pemerintah dan para dermawan selama pengobatan anaknya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved