Dua Akun FB Dipolisikan

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di Kabupaten Simeulue melaporkan dua akun media sosial

Dua Akun FB Dipolisikan

* Gara-gara Diduga Menyebarkan Ujaran Kebencian

SINABANG - Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di Kabupaten Simeulue melaporkan dua akun media sosial (medsos) Facebook (FB) ke Polres setempat, Kamis (28/2). Pelaporan akun atas nama Bang Jo dan Pakcek Joky kepada aparat penegak hukum itu lantaran kedua akun tersebut diduga telah menyebarkan ujaran kebencian, menghina dan melecehkan perempuan asal Simeulue dengan kata-kata kotor yang tak pantas.

“Sakit hati kita membaca status di akun Facebook itu. Jelas-jelas sudah menghina dan melecehkan perempuan Simeulue. Kita minta aparat kepolisian menindak tegas pelakunya,” tandas Mukhsin Hafiz, tokoh pemuda Simeulue kepada Serambi usai melaporkan akun medsos tersebut ke polisi bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Hal senada juga disampaikan perwakilan tokoh pemuda lainnya, Herman Hidayat dan Surianto. Keduanya berharap, netizen yang mengelola akun Facebook itu cepat ditangkap dan diproses sesuai koridor hukum yang berlaku, sehingga persoalan tersebut cepat selesai dan melebar kemana-mana.

“Masyarakat Simeulue tidak pernah menghina dan bermusuhan dengan pendatang ke Simeulue. Karena kami anggap mereka saudara kami. Ini kurang ajar telah merendahkan martabat perempuan Simeulue,” tegas Surianto.

Kedatangan para tokoh masyarakat dan pemuda Simeulue itu diterima langsung Kasat Reskrim Polres Simeulue, Iptu Muhammad Khalil di ruang kerjanya. Kasat Reskrim berjanji, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dan berkoodinasi dengan jajaran Polda Aceh.

Kepada wartawan, Iptu Muhammad Khalil menjelaskan, bahwa status yang diposting oleh pelaku di akun media sosialnya diduga mengarah ke dalam ujaran kebencian. Oleh sebab itu, pelaku bisa dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Serambi di lapangan mengungkapkan, bahwa pemilik akun Facebook atas nama Bang Jo disebut-sebut pernah bekerja pada sebuah perusahaan di wilayah kepulauan itu. Namun, sejak tahun 2015, Bang Jo sudah tidak bekerja lagi di Simeulue. Hingga saat ini, belum diketahui motif pelaku membuat status ujaran kebencian terhadap perempuan Simeulue tersebut.(sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved