Salam

Logistik Pemilu Rusak Timbulkan Kecurigaan

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe menyatakan 9.585 lembar segel kotak suara Pemilu 2019

Logistik Pemilu Rusak Timbulkan Kecurigaan
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
KETUA Panwaslih Lhokseumawe, T Zulkarnaen, memperlihatkan contoh segel kotak suara yang rusak 

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe menyatakan 9.585 lembar segel kotak suara Pemilu 2019 yang mereka terima dinyatakan rusak. Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat sudah menerima 48.476 segel kotak suara dari total kebutuhan 56.678 lembar. “Jadi total yang belum kita terima baik sisa dan pengganti yang rusak adalah 17.787 lembar. Jadi yang sudah tersedia setelah dilakukan pengecekan yakni 38.890 lembar,” kata Ketua Panwaslih Lhokseumawe, T Zulkarnain, dua hari lalu.

Logistik yang dinyatakan rusak itu adalah warna segel yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya, warna segel dalam aturan seharusnya merah dan putih, tapi yang diterimanya berubah menjadi warna oranye dan putih. Kualitas segelnya pun terlihat sangat buruk dan mudah robek. Ketidaksesuaian warna itulah yang disebut rusak.

Sesungguhnya kita tidak berprasangka buruk terhadap hal itu. Perubahan warna itu bisa terjadi pada saat pencetakan. Dan, biasanya, hasil-hasil cetatakan yang belum sesuai pesanan atau orderan tidak dikeluarkan dari percetekan dan dinyakan sebagai barang cacat cetak. Jika barang cacat itu dicampur ke dalam cetakan yang tidak rusak, maka KPU bisa komplain dan minta ganti.

Masalah yang bisa sengaja atau tidak itu kelihatannya memang sederhana. Akan tetapi, dampaknya bisa sangat mengkhawatirkan. Sebab, sejak awal KPU telah menjamin semua logistik Pemilu 2019 akan berkualitas baik dan dapat diterima di setiap daerah tepat waktu.

Nah, ketika ada hal-hal kecil seperti itu, bisa saja publik curiga macam-macam. Apalagi, saat ini ada penggiringan opini seolah Pemilu 2019 dilakukan dengan berbagai kecurangan. Mulai dari isu daftar pemilih tetap ganda, e-KTP tercecer, kotak suara terbuat dari kardus, hingga hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Lihat bagaimana reaksi banyak orang terhadap berita hoaks yang menyatakan sekian kontainer surat suara dari China sudah dicoblos itu. Jadi, dalam persiapan Pemilu ini, KPU memang tak boleh lengah sedikitpun, termasuk dalam pengadaan dan pendistribusian logistik Pemilu 2019.

Bawaslu RI beberapa waktu lalu menyebut kerawanan pemilu ada empat dimensi. Yakni dimensi sosial politik, dimensi penyelenggaraan, dimensi kontestasi, dan dimensi partisipasi. “Yang penting bukan sekadar mendeteksi kerawanan tapi pencegahan dini dan penegakan hukum serta sikap tegas dari penyelenggara pemilu,” kata, Karyono Wibowo, seorang analis politik.

Strategi untuk menutup kerawanan dan mencegah terjadinya ancaman tersebut di atas adalah memastikan bahwa DPT sudah tepat atau tidak bermasalah, logistik dalam kondisi siap dan dapat didistribusikan dengan tepat waktu dan aman, dan hal yang penting adalah ASN dan penyelenggara Pemilu 2019 netral dan profesional. Terakhir yang menjadi benteng penjaga penyelenggaraan Pemilu 2019 adalah pemerintah terutama Polri dan TNI dengan sistem pengamanan yang baik dan terpadu diharapkan mampu mendeteksi dan mencegah dini terjadinya konflik massa, sabotase, penyusupan, terorisme dan gangguan keamanan lainnya Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved