Tafakur

Tepat Waktu

Tak sedikit orang yang datang tepat waktu ke tempat kerjanya karena takut diberikan sanksi oleh atasannya

Tepat Waktu

Oleh: Jarjani Usman

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13).

Tak sedikit orang yang datang tepat waktu ke tempat kerjanya karena takut diberikan sanksi oleh atasannya. Padahal gaji yang diperoleh dari pekerjaan tersebut hanya cukup untuk beberapa hari atau sebulan makan. Tetapi sangat banyak insan di dunia ini yang mengabaikan ketepatan waktu untuk memenuhi panggilan Allah, seperti shalat tepat waktu.

Padahal banyak sekali yang telah, sedang, dan akan Allah berikan kepada kita hamba-hambaNya. Bahkan ada yang sudah diberi sebelum meminta. Contohnya, jantung telah mulai bekerja sejak kita dalam kandungan dan tak pernah berhenti seumur hidup. Sebentar saja berhenti bekerja jantung akan menimbulkan kecelakaan besar bagi kita. Berapa harga yang harus dibayar untuk kerja jantung?

Belum lagi kerja bagian-bagian tubuh yang lain, seperti mata, telinga, darah, ludah, dan lain-lain. Sangat banyak dan mahal harganya. Namun seakan banyak orang membantah kenikmatan-kenikmatan itu, seperti yang terwujud dalam bentuk ketidakmauan menuruti perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.

Menyadari semua itu, kita sepatutnya berusaha memurnikan niat. Datang tepat waktu untuk beribadah sekaligus untuk bekerja penting diniatkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Dengan bekerja yang baik dan tepat waktu akan menghasilkan harta yang halal, yang tentunya berkaitan dengan upaya menyahuti perintah Allah. Allah menyuruh kita untuk makan yang baik-baik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved