Warga Perbatasan Gelar Aksi Damai

Seratusan warga Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang berbatasan langsung

Warga Perbatasan Gelar Aksi Damai
SERAMBINEWS.COM/MUSLIM ARSANI
Masyarakat Kampung Pantan Lah,Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah melakukan audiensi dengan pemerintah setempat untuk menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Kabupaten Bireuen. 

* Terkait Tapal Batas Bireuen-Bener Meriah

REDELONG - Seratusan warga Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang berbatasan langsung dengan Gampong Pante Puesangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Kamis (28/2), menggelar aksi damai di jalan lintas nasional KM 35.

Aksi damai tersebut dalam rangka meminta kepada Pemerintah Aceh agar lebih arif dalam melakukan penyelesaian tapal antara dua gampong, yakni Pantan Lah dengan Pante Peusangan, yang sejak beberapa tahun terakhir terus menjadi polemik.

Tokoh masyarakat Pantan Lah, Sahrial Abadi, dalam orasinya mengatakan, aksi tersebut merupakan wujud aspirasi dari masyarakat setempat kepada Pemerintah Aceh agar lebih arif dalam menentukan masalah tapal batas antara dua kabupaten bertetangga. “Pemerintah Aceh agar tidak tergesa-gesa dalam menyelesaikan persoalan tapal batas ini,” katanya.

Selain itu ia juga menyampaikan agar dalam penyelesaian persoalan tapal batas, Pemerintah Aceh harus memperhatikan semua aspek, termasuk aspek empiris dan historis. Sebab menurut dia, sudah sejak dulu warga setempat bercocok tanam di lokasi sengketa, sebelum kemudian lahir sebuah perkampungan dan memunculkan konflik tapal batas.

“Untuk itu, masyarakat Kampung Pantan Lah dengan hormat mengundang Pemerintah Aceh untuk turun langsung melihat kondisi Kampung Pantan Lah agar lebih dapat mengetahui secara jelas kondisi kekinian Pantan Lah,” tegasnya.

Masalah tapal batas dua kabupaten bertetangga, Bener Meriah-Bireuen, memang dikhawatirkan akan memicu konflik antar masyarakat yang berada di kawasan perbatasan yang berada di antara Kampung Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo Bener Meriah, dengan Kecamatan Juli di Kabupaten Bireuen. Untuk itu, pemerintah harus melakukan langkang kongkret menyelesaikan sengketa tanah yang masuk dalam zona abu-abu tersebut.

Dalam aksi damai kemarin, tokoh masyarakat Pantan Lah, Sahrial Abadi, juga menyingung tentang pembangunan gapura Gampong Pante Peusangan. Dia mengatakan, gapura Gampong Pante Peusangan itu dibangun di atas jalan menuju Gampong Pantan Lah.

Padahal, lanjut dia, belum ada keputusan mengikat terkait masalah tersebut. Kondisi ini dikhawatirkannya akan menimbulkan ketegangan antara dua gampong bertetangga. “Kami yakin dan percaya bapak Gubernur akan menyelesaikan tapal batas dengan mengedepankan asas keadilan dan kebijaksanaan,” teriaknya.

Aksi damai tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dengan tertib dan damai. Sebanyak 50 personel Polres Bener Meriah juga ikut mengamankan aksi tersebut. Aksi ditutup dengan pembacaan doa agar pemerintah Aceh dibukakan matanya dalam penyelesaian tapal batas yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Untuk diketahui, pada 31 Juli 2018 lalu, Pemkab Bener Meriah dan Pemkab Bireuen telah menandatangani berita acara untuk menghentikan segala kegiatan yang dapat memicu konflik antar masyarakat di daerah yang masih dalam sengketa. Masyarakat di dua gampong diminta bersabar hingga selama proses penyelesaian sengketa berjalan.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved