Baru Dibangun, Ruang Belajar PPMG Rusak

Baru rampung dikerjakan beberapa bulan, ruang belajar di Kompleks Unit Pelaksana Terpadu Dinas (UPTD) Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG)

Baru Dibangun, Ruang Belajar PPMG Rusak
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
RUANG belajar di Kompleks Unit Pelaksana Terpadu Dinas (UPTD) Pusat Pengembangan Mutu Guru Wilayah VIII Aceh Barat Daya yang dibangun dengan anggaran APBA tahun 2018 senilai Rp 2,4 miliar, mulai rusak. Foto direkam Kamis (28/2). SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA 

* Kacab Disdik Aceh: Sudah Sesuai Kontrak

BLANGPIDIE - Baru rampung dikerjakan beberapa bulan, ruang belajar di Kompleks Unit Pelaksana Terpadu Dinas (UPTD) Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) Wilayah VIII Aceh Barat Daya (Abdya) mulai rusak. Dinding bangunan dua lantai itu sudah banyak yang retak.

Amatan Serambi di lapangan, bangunan dua lantai di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Aceh itu mulai dihiasi dinding yang retak dan cat mengelupas. Bahkan, tetesan air membuat dinding bangunan terlihat berlumut hijau. Hal itu diduga berasal dari genteng yang bocor.

Bangunan permanen dengan 14 ruang itu kondisinya saat ini sangat berantakan. Sejumlah peralatan tukang dan sisa-sisa material, masih berserakan di dalam bangunan tersebut. Rembesan air mengakibatkan dinding bangunan menjadi kotor dan kusam, layaknya bangunan yang lama ditinggalkan.

Padahal, bangunan yang menelan anggaran negara miliaran rupiah itu baru selesai dikerjakan dan belum ditempati. “Belum ditempati. Kondisi seperti ini sangat membahayakan, apalagi jika berada di dalam gedung, kita pasti was-was,” ujar salah seorang guru kepada Serambi, kemarin.

Selain itu, rata-rata penyematan kusen jendela dan pintu terkesan asal jadi. Di mana, kusen pintu dan kusen jendela terlihat sudah renggang dan tidak menyatu dengan dinding. Eksesnya, untuk menutup pintu dan jendela harus dilakukan dengan kuat. Bahkan, ada beberapa jendela di bagian belakang gedung justru tidak bisa ditutup kembali.

Kecuali itu, cat bangunan juga sudah mulai terkelupas. Malah, di beberapa titik dinding bangunan sudah hilang dan tidak tampak sisa cat sama sekali. Di samping itu, pondasi bagian belakang gedung tersebut, sebagiannya sudah tenggelam ditimbun longsor lereng bukit di halaman belakang.

Informasi yang diperoleh Serambi, pembangunan ruang belajar itu dikerjakan oleh PT FPM dengan nama pekerjaan pembangunan ruang belajar di PPMG Blangpidie. Nilai kontraknya mencapai Rp 2,4 miliar lebih bersumber dari APBA 2018.

Sesuai kontrak
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Abdya, Edi Safawi SHum saat dikofirmasi Serambi, Kamis (28/2), membenarkan bahwa proyek pembangunan ruang belajar PPMG tersebut dibangun pada 2018. Namun, ia membantah, bahwa proyek itu dikerjakan asal jadi. Menurutnya, pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan kontrak pelaksanaan. “Itu sudah sesuai dengan kontrak. Terkait ada dinding retak, kan tidak membahayakan. Apalagi, ini masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan,” ujarnya.

Mengenai kerusakan dinding dan jendela, Edi berjanji, pihaknya akan meminta rekanan untuk memperbaiki kembali, sehingga dinding yang retak bisa ditutupi. Begitu juga dengan jendela yang terbuka agar diperbaiki kembali. “Iya, mereka bersedia untuk memperbaiki,” pungkasnya.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved