Tafakur

Kesuksesan Belajar

Wisuda seringkali disambut dengan kegembiraan karena terasa bagaikan sebuah kesuksesan menuntut ilmu.

Kesuksesan Belajar
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi...” (QS. Al-A’raaf: 146).

Wisuda seringkali disambut dengan kegembiraan karena terasa bagaikan sebuah kesuksesan menuntut ilmu. Orang tua pun ikut bahaya dan merayakannya, walaupun harus menempuh perjalanan jauh dan menunggu prosesnya berjam-jam. Namun sesungguhnya wisuda hanya proses perayaan sejenak, yang belum tentu bermakna kesuksesan belajar.

Jika dilihat petunjuk dari Rasulullah SAW, kesuksesan belajar seseorang terwujud dalam bentuk kemauan dan kemampuan untuk mengamalkan di jalan kebaikan. Kesuksesan belajar hingga memperoleh menambah kehatian-hatian dalam hidup ini, bukan sesuatu yang perlu disombongkan. Menurut Imam Al Ghazali, ilmu bermanfaat antara lain ditandainya dengan bertambahnya rasa takut kepada Allah, bertambah bijak, berkurangnya kecintaan terhadap dunia, bertambah kecintaan kepada akhirat, dan menjaga diri dari hal-hal keji.

Sebaliknya, orang-orang yang meraih ilmu bisa berarti tidak termasuk golongan sukses. Alasannya, lebih suka membanggakan diri (ujub) dengan ilmunya. Padahal kesombongan akan menambah jauh tingkat berpaling dari jalan Allah, seperti ketiadaan rasa takut bila berbuat kerusakan di muka bumi, menggunakan ilmu hanya untuk memikirkan diri sendiri, tak muncul rasa senang menghadiri shalat berjamaah dan majelis-majelis ilmu, dan sejenisnya. Padahal shalat berjamaah dan majelis-majelis ilmu, misalnya, bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturrahmi dengan sesama.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved