Opini

‘Telan Sendiri Asap Rokokmu, Bro!’

ROKOK masih menjadi permasalahan di Indonesia. Konsumsi rokok masih sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa konsumsi tembakau

‘Telan Sendiri Asap Rokokmu, Bro!’
Net
Asap Rokok 

Oleh Aslinar

ROKOK masih menjadi permasalahan di Indonesia. Konsumsi rokok masih sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa konsumsi tembakau meningkat dengan pesat dalam 30 tahun terakhir. Hal tersebut disinyalir berkaitan dengan tingginya angka pertumbuhan penduduk, harga rokok yang relatih murah, adanya pemasaran yang secara leluasa beredar di masyarakat dan kurangnya pengetahuan akan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok atau tembakau.

Jumlah perokok semakin bertambah. Saat ini ada sekitar 60 juta perokok di Indonesia yang sebagiannya berasal dari kalangan anak anak mulai usia 10 tahun sampai usia remaja 18 tahun. Indonesia menjadi negara peringkat ketiga dengan perokok aktif tertinggi di dunia. Kebutuhan akan rokok terkadang mengalahkan kebutuhan yang lain seperti makanan.

Ada yang berpinsip lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Ataupun merokok dulu baru sanggup makan makanan yang lain. Ada juga yang “wajib” merokok setelah makan. Tidak enak rasanya makan nasi tanpa ditutup dengan menghisap rokok. Ironisnya, ada keluarga yang meskipun susah memenuhi kebutuhan makan sehari hari tapi si Ayah tetap menjadikan rokok sebagai prioritas. Berutang pun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rokoknya.

Bahaya merokok
Sebagian besar kita sudah tahu tentang bahaya merokok bagi kesehatan, akan tetapi banyak sekali yang tidak peduli, bahkan menganggap remeh. Walaupun di semua bungkus rokok itu sudah ada peringatan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”, namun tetap saja peringatan tersebut tidak berpengaruh. Meskipun sudah tahu akibat negatif merokok, tetapi jumlah perokok bukan semakin menurun tetapi malah semakin meningkat dan usia merokok semakin bertambah muda.

Rokok mengandung ribuan zat kimia yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan, di antaranya aceton, nicotine, napthylammine, methanol, pyrene, Dimethylnitrosamine, Naphthalen, Cadmium, Carbon monoksida, Benzopyrene, Vinyl Chloride, Hydrogen Cyanida, Toluidine, Ammonia, Urethane, Toluene, Arsenic, Butane, Polonium, dan ribuan zat kimia lain.

Tidak ada satu pun zat yang positif yang terkandung dalam sebatang rokok. Zat yang terkandung dalam rokok menyebabkan kecanduan. Nikotin bersifat adiktif, sehingga bisa menyebabkan seseorang menghisap rokok terus menerus. Ketergantungan ini dipersepsikan sebagai kenikmatan yang memberikan kepuasan psikologis. Ada istilah tobacco dependency (ketergantungan rokok) di mana perilaku merokok merupakan perilaku yang menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif.

Berbagai penyakit yang disebabkan oleh rokok adalah penyakit jantung, stroke, kanker paru, kanker mulut, kanker esofagus, keguguran, kematian janin, dan lain sebagainya. Rokok merupakan faktor risiko penyakit paru obstruktif menahun yang utama. Rokok dapat mengganggu aktivitas saluran nafas dan menimbulkan kerusakan paru.

Pada 2000, hampir 4 juta orang meninggal akibat rokok, maka pada 2020 nanti diperkirakan akan meningkat menjadi 7 dari 10 orang yang meninggal karena rokok. Selain itu, rokok juga menjadi penyebab polusi udara dalam ruangan. Asap rokok menjadi penyebab paling dominan dalam polusi ruangan tertutup. Rokok memberikan polutan berupa gas dan logam berat. Gangguan polusi ruangan dengan rokok adalah bau yang kurang menyenangkan, menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan. Bagi penderita asma, polusi ruangan akibat rokok bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya serangan asma.

Di Indonesia, sejak 2011 sudah dikeluarkan Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, yaitu Nomor 188/MENKES/PB/2011, Nomor 7 tahun 2011 tentang Pedoman Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kawasan yang termasuk dalam KTR yaitu: fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya yang ditetapkan.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved